WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Juni 2025 ini, bulan purnama dikabarkan akan berada di posisi lebih rendah dari biasanya.
Jika diamati cukup lama, akan ada sesuatu yang unik pada bulan purnama Juni ini.
Ada penjelasan ilmiahnya terkait hal ini.
Dikutip dari berbagai sumber, Selasa (3/6/2025), purnama Juni ini akan terjadi pada tanggal 10 dan 11 malam.
Bulan tampaknya berpindah posisi dari utara ke selatan di langit dalam tiap siklusnya.
Fenomena ini bukan kebetulan, tetapi adalah bagian dari tarian kosmik yang disebut presesi nodal, sebuah siklus panjang yang menandai perubahan jalur Bulan di langit.
Pada Desember lalu, kita menyaksikan fenomena “Long Night’s Full Moon” yaitu bulan purnama yang terjadi paling dekat dengan titik balik matahari musim dingin, yang tampak sangat tinggi di langit malam.
Itu adalah penampakan tertinggi dalam dua dekade terakhir dari belahan Bumi utara.
Kini giliran belahan selatan mendapatkan panggungnya, saat Bulan purnama Juni 2025 ini akan bergerak sangat jauh ke selatan dan muncul sangat rendah di langit utara.
Fenomena ini terjadi karena orbit Bulan memiliki kemiringan sekitar 5,15 derajat terhadap ekliptika (bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari), bukan terhadap sumbu rotasi Bumi.
Kombinasi kemiringan ini dengan kemiringan sumbu Bumi (sekitar 23,5 derajat) membuat posisi Bulan dapat menyimpang hingga 28,65 derajat ke utara maupun selatan dalam deklinasi di langit.
Inilah yang menyebabkan kita tidak menyaksikan gerhana setiap bulan, yaitu orbit Bulan sedikit “miring” dibanding jalur Bumi, dan hanya sejajar dua kali setahun saat musim gerhana tiba.

