Masjid Al Akbar: Menyusuri Jejak Sejarah dan Peranannya dalam Kehidupan Masyarakat Balangan
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PARINGIN– Masjid Al Akbar menjadi salah satu ikon bersejarah di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.
Masjid ini dibangun pada era awal pemekaran Kabupaten Balangan.
Pembangunan masjid megah ini dimulai pada 2010, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Kalimantan Selatan saat itu, H. Rudy Arifin, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke 7 Kabupaten Balangan.
Pendiriannya digagas oleh Bupati Balangan kala itu, Ir. H. Sefek Effendie, yang melihat perlunya sebuah masjid representatif untuk menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
Proses pembangunannya sekitar empat tahun, sepenuhnya dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Balangan.
Masjid Al Akbar ini kemudian diresmikan pada 22 Desember 2014, sejak itu menjadi landmark religius di jantung Kota Paringin.
BACA JUGA: Duka di Tanah Suci! 3 Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Meninggal, Dunia, Terbaru dari HST Usai Umrah Wajib
Dengan kapasitas yang dapat menampung hingga 5.000 jemaah, masjid ini dibangun menggunakan arsitektur modern yang menampilkan satu kubah besar di bagian tengah atap, dikelilingi empat kubah kecil, serta satu menara tinggi di sisi depan.
Warna dominan hijau dan putih memperkuat nuansa kesucian dan kedamaian yang dipancarkan bangunan ini.
Selain sebagai tempat salat dan pengajian, Masjid Al Akbar juga menjadi pusat berbagai kegiatan keislaman, seperti peringatan hari besar Islam, pelatihan manasik haji, pengajian akbar, hingga kegiatan syiar Islam yang disiarkan melalui radio dakwah masjid. (alfi)
Editor: Yayu