https://youtube.com/shorts/iIcpygWQ7RI   WARTABANJAR.COM, ASAHAN – Jagat maya kembali digemparkan dengan sebuah video viral yang memperlihatkan warga di Bagan Asahan, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, menyerbu lokasi pemusnahan 9,3 ton mangga impor asal Thailand. Mangga-mangga tersebut sebelumnya dimusnahkan oleh pihak Bea Cukai Teluk Nibung bersama Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara. Pemusnahan dilakukan di area Satuan Pelayanan Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, dengan cara dikubur dan disiram cairan kimia khusus untuk mempercepat pembusukan serta mencegah bijinya tumbuh kembali. Namun, alih-alih menjauhi lokasi, warga justru berbondong-bondong menggali tumpukan tanah demi mendapatkan mangga yang masih utuh. Dalam video yang tersebar luas, tampak warga dari berbagai usia—termasuk anak-anak—membawa karung dan plastik untuk mengangkut buah-buahan yang sudah tercemar zat kimia tersebut. Aksi nekat warga ini langsung menuai kecaman dan keprihatinan dari netizen. Banyak yang mengecam minimnya pengawasan dari aparat, hingga mempertanyakan keselamatan warga yang mengonsumsi buah yang telah dimusnahkan dengan prosedur kimiawi. Aksi ini tidak hanya memunculkan kekhawatiran soal bahaya kesehatan, tapi juga mencerminkan potret memilukan soal kondisi sosial dan ekonomi warga. Banyak netizen menyayangkan kurangnya edukasi dan pengawasan yang membuat masyarakat rela mengambil risiko besar demi mendapatkan buah yang telah terkontaminasi. Pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini. Namun, publik berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan ada solusi lebih manusiawi dalam proses pemusnahan barang impor ilegal yang masih layak konsumsi namun berisiko kesehatan tinggi.(Wartabanjar.com/tanahbumbuinfo/berbagai sumber) #mangga #impor #sumaterautara #wartabanjar