WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia akan menggelar Sidang Isbat Penetapan 1 Dzulhijjah 1446 H pada Selasa, 27 Mei 2025, yang akan menentukan kapan umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha 2025. Sidang ini menjadi acuan nasional dalam menetapkan 10 Dzulhijjah, hari yang ditunggu untuk melaksanakan salat Idul Adha dan ibadah kurban.
Live streaming di Kanal YouTube Official Bimas Islam Kemenag RI (Bimas Islam TV) KLIK DI SINI.
Tahapan Resmi Sidang Isbat Penentuan Idul Adha 2025
Mengacu pada laman resmi Kemenag, sidang isbat dilaksanakan dalam tiga tahap utama, yaitu:
1. Pemaparan Posisi Hilal (Pukul 16.00 WIB)
Tahapan ini terbuka untuk umum dan media. Tim Hisab Rukyat Kemenag akan memaparkan data posisi hilal awal Dzulhijjah berdasarkan perhitungan astronomi (hisab hakiki). Posisi hilal akan dikaji berdasarkan data teknis seperti tinggi dan elongasi bulan.
2. Sidang Tertutup Setelah Maghrib
Tahap penentuan dilakukan secara tertutup setelah waktu Maghrib. Di sini, hasil rukyatul hilal dari lebih dari 100 titik pemantauan di seluruh Indonesia akan dikonfirmasi.
Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria MABIMS (tinggi minimal 3° dan elongasi 6,4°), maka esok harinya ditetapkan sebagai 1 Dzulhijjah 1446 H. Itu berarti Idul Adha akan jatuh 10 hari kemudian.
3. Pengumuman Lewat Konferensi Pers
Setelah sidang selesai, Menteri Agama akan menyampaikan hasil resmi melalui konferensi pers yang disiarkan langsung melalui berbagai platform media dan kanal digital Kemenag.

