Wabup Tala Kukuhkan 127 Guru Penggerak sebagai Pilar Reformasi Pendidikan
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI– Sebanyak 127 guru penggerak dari Kabupaten Tanah Laut (Tala) resmi dikukuhkan oleh Wakil Bupati Tala, H. M. Zazuli dalam sebuah prosesi di Balairung Tuntung Pandang, Rabu (14/5/2025).
Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa sebagai H. Uli ini menekankan bahwa momentum pengukuhan tersebut bukanlah titik akhir, melainkan pintu gerbang menuju peran baru bagi para guru sebagai agen perubahan dalam sistem pendidikan.
Para guru penggerak diharapkan dapat melampaui peran tradisional sebagai pengajar dengan menjadi pemimpin pembelajaran serta inspirasi bagi rekan sejawat maupun peserta didik.
“Di dunia pendidikan bukan cuma sebagai pengajar namun juga sebagai pemimpin pembelajar dan inspirator rekan sejawat dan penggerak semangat bagi siswa,” ujar H. Uli penuh semangat.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran guru penggerak adalah bagian penting dalam upaya reformasi pendidikan di daerah.
Mereka menjadi garda terdepan dalam menjawab tantangan dan tuntutan pembelajaran yang semakin dinamis dan berorientasi pada pengembangan karakter siswa.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya dedikasi, semangat yang terus tergerak, bergerak dan menggerakkan dalam dunia pendidikan,” imbuhnya.
Sebagai bagian dari Program Guru Penggerak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), para peserta yang dikukuhkan ini berasal dari berbagai jenjang pendidikan, yaitu Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau yang sederajat.
BACA JUGA: HEBOH! Foto Guru Sekumpul dan Guru Zuhdi Tak Terbakar Saat Kebakaran, ini Pembahasan Ilmiahnya
Mereka terbagi dalam dua angkatan, yakni 78 orang dari Angkatan 10 dan 49 orang dari Angkatan 11.
Program ini bertujuan membentuk pemimpin pendidikan masa depan yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan kolaboratif untuk mendorong transformasi sekolah.
Pengukuhan ini menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah daerah dan para pendidik untuk mewujudkan sistem pendidikan yang lebih merdeka, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.
Selain itu, hal ini juga diharapkan mampu menciptakan budaya belajar yang lebih sehat, kolaboratif, dan inovatif di lingkungan sekolah masing-masing.
Dengan peran strategis yang kini diemban, para guru penggerak dituntut untuk terus berinovasi dan membangun komunitas belajar yang aktif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Mereka juga diharapkan menjadi agen yang mampu menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat di tengah masyarakat. (Gazali)
Editor: Yayu