WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Beredar video di media sosial Instagram yang memperlihatkan detik-detik perkelahian dan pembacokan di Jalan Gubernur Soebardjo, Basirih, Banjarmasin Selatan atau dekat SPBU AKR, Senin (21/4/2025) kemarin. Informasi yang masuk ada orang "batimpasan: di Tol Basirih dekat SPBU. Dalam rekaman yang beredar luas di Instagram yang diunggah akun @banjarsiar_, terlihat aksi brutal perkelahian antarpria yang berakhir dengan pembacokan mengerikan di pinggir jalan dekat SPBU AKR, Jalan Gubernur Soebardjo, Banjarmasin Selatan. Dalam video berdurasi beberapa detik itu, empat pria tampak bersitegang. Suasana cepat memanas dan tiba-tiba berubah jadi duel berdarah menggunakan senjata tajam. Salah satu korban, RB, langsung terkapar bersimbah darah setelah terkena bacokan di dada dan perut. Korban yang meringis kesakitan segera dievakuasi warga ke RS Sultan Suriansyah dengan mobil Unit Gamer Yuka. Sementara pelaku lainnya, yang juga mengalami luka serius, ikut dilarikan ke rumah sakit dengan kendaraan pikap. BACA JUGA:Gadis 14 Tahun di Tanah Bumbu Diperkosa Kekasihnya, Iptu Jonser: Korban Diperdaya dengan Cinta Palsu! Kronologi Brutal: Gagal Jadi Juru Parkir Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan, Iptu Sudirno, menjelaskan bahwa insiden itu berawal dari niat RB dan adiknya DT yang ingin kembali bekerja sebagai juru parkir. RB dulunya memang pernah bekerja di lokasi itu, namun sempat mendekam di penjara karena kasus serupa. Setelah bebas, keduanya kembali dengan harapan bisa bekerja, namun kehadiran mereka ditolak oleh tukang parkir yang sudah ada. Penolakan ini rupanya membuat mereka gelap mata. Tanpa izin, RB dan DT mulai melakukan pungutan liar (pungli) ke sejumlah sopir truk yang sedang parkir. Tindakan itu ditegur oleh K, tukang parkir setempat, hingga terjadi adu mulut yang berakhir dengan aksi saling serang. RB yang membawa sajam langsung menyerang, namun K yang juga membawa senjata tajam membalas. Duel itu membuat RB dan K sama-sama terluka parah, sedangkan DT mengalami luka di kepala. Kini, DT telah diamankan di Polsek Banjarmasin Selatan untuk menjalani pemeriksaan, sementara polisi masih menyelidiki apakah ada unsur pidana lain yang terlibat dalam bentrok berdarah tersebut. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh masyarakat: Jangan anggap remeh konflik kecil yang terjadi di lingkungan sekitar, bisa berujung maut. Waspadai aksi premanisme berkedok parkir liar dan pungli! Segera laporkan ke aparat jika melihat indikasi kekerasan atau aktivitas mencurigakan. “Masyarakat jangan ragu untuk melapor. Ini bukan hanya persoalan parkir, tapi soal keamanan publik,” tegas Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Christugus Lirens.(Wartabanjar.com/banjarsiar_) editor: nur muhammad