WARTABANJAR.COM, BEIJING – China secara tegas menentang tarif dagang yang ditetapkan oleh Amerika Serikat dan berjanji akan mengambil tindakan balasan.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Perdagangan China menilai kebijakan ini tidak sesuai dengan aturan perdagangan internasional dan merugikan banyak pihak.
Beijing juga mendesak Washington untuk segera membatalkan tarif tersebut, mengingat dampaknya yang bisa merusak ekonomi global serta mengganggu rantai pasokan internasional.
Sebagai respons terhadap kebijakan Presiden Donald Trump yang menetapkan tarif sebesar 34% untuk China, Beijing langsung mengambil langkah balasan.
Pemerintah China mengenakan tarif hingga 15% terhadap berbagai komoditas pertanian AS, termasuk kacang kedelai, daging babi, dan daging ayam.
China juga menuduh AS menggunakan alasan ‘timbal balik’ untuk meningkatkan tarif terhadap semua mitra dagangnya, padahal selama ini justru AS yang diuntungkan dari perdagangan internasional.
Di tengah ketegangan ini, China tetap menyerukan dialog sebagai solusi. Beijing menegaskan bahwa perang dagang tidak akan menghasilkan pemenang dan proteksionisme bukanlah jalan keluar.
Mereka juga mengingatkan bahwa sejarah telah membuktikan, menaikkan tarif tidak akan menyelesaikan masalah ekonomi AS. (Berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi