WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Tradisi ziarah kubur menjadi salah satu kegiatan yang tak terpisahkan dari momen Hari Raya Idul Fitri bagi umat Islam.
Seiring dengan meningkatnya jumlah peziarah, para pedagang bunga di Kota Banjarmasin pun turut merasakan berkahnya.
Mereka mengalami lonjakan pembeli dibandingkan hari-hari biasa.
Satu pedagang bunga, Farhana (60), yang berjualan di Jalan Ujung Murung, Kelurahan Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah, mengaku penjualan bunganya meningkat drastis selama Lebaran ini.
“Banyak pembelinya, ada saja rezeki untuk makan dan minum, belikan baju untuk anak-anak dan cucu, serta kebutuhan lainnya,” ujar Farhana saat ditemui di lapaknya pada Senin (31/3/2025).
Menurutnya, permintaan bunga melonjak tajam menjelang dan saat Idul Fitri, namun kondisi ini berbanding terbalik dengan hari-hari biasa yang sepi pembeli.
“Kalau lebaran, ramai sekali, tetapi kalau hari biasa jarang yang beli. Bahkan saat Idul Adha pun kadang tidak seramai ini,” tambahnya.
Farhana menjual berbagai jenis bunga yang biasa digunakan dalam tradisi ziarah kubur, seperti melati, mawar, kenanga, cempaka kuning, dan cempaka putih.
“Kalau yang dibungkus plastik harganya Rp10.000, sedangkan untuk rentengan 10 ikat harganya Rp20.000. Jadi, kalau digabung semuanya, harganya Rp30.000,” jelasnya.
Bunga-bunga ini didatangkan langsung dari Martapura, Kalimantan Selatan, yang terkenal sebagai salah satu pusat penghasil bunga.
Dengan meningkatnya jumlah pembeli saat Lebaran, pendapatan pedagang bunga pun ikut meroket.