WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan sempat terjun bebas hingga membuat khawatir pelaku bisnis. Presiden RI Prabowo Subianto pun berkelakar soal ISHG yang anjlok sejak beberapa waktu belakangan. Bahkan, dia mengungkap ada beberapa menteri yang stres karena masalah tersebut. Prabowo kemudian menyebut nama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono yang menurutnya stres akibat anjloknya IHSG. "Maruarar, siapa lagi itu? Trenggono, oh, duduk sebelahan. Kalau Budiman tenang saja berarti enggak punya saham. Siapa lagi ya? Amran? Enggak, dia enggak main saham," kata Prabowo dilansir @viva. Baca juga:Satgas Pangan Polres Tala Sisir Pedagang MinyaKita di Pasar Tapandang Berseri Pelaihari Sebagaimana diketahui, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada Selasa, 18 Maret 2025 pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah IHSG anjlok. Memerah Sementara itu, pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (21/3), IHSG kembali anjlok 1,94% ke level 6.258,18. Setelah sempat menguat selama dua hari, IHSG kembali terperosok akibat tekanan makroekonomi. VP, Head of Marketing, Strategy & Planning PT Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi Kasmarandana, dilansir Beritasatu.com menyampaikan, pelemahan IHSG sesuai perkiraan awal. Sentimen buyback yang ada saat ini kemungkinan hanya bersifat sementara. Baca juga:Ketua Komisi III Ungkap Pemicu Anggota DPRD Medan Baku Hantam Beberapa faktor utama yang menekan pasar antara lain meningkatnya risk premium yang tercermin dari kenaikan credit default swap (CDS), pelemahan rupiah dan tingginya spread yield terhadap US Treasury, suku bunga tinggi hingga kuartal kedua 2025, hingga deflasi 0,09% YoY pada Februari 2025. Menurut Oktavianus, kebijakan konkret diperlukan untuk stabilitas pasar, seperti insentif pajak bagi emiten atau intervensi untuk menjaga likuiditas. Level psikologis IHSG saat ini di kisaran 6.000–6.100, dengan potensi pelemahan lebih lanjut. Investment Analyst Edvisor Profina Visindo Indy Naila menambahkan, risiko politik dan ketidakpastian program ekonomi turut menekan pasar. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan mempertimbangkan kembali kebijakan saham dalam pengawasan khusus guna meningkatkan kepercayaan investor. Analis Infovesta Kapital Utama Ekky Topan juga menyoroti kekhawatiran investor terhadap beban fiskal Indonesia, termasuk program makan bergizi gratis (MBG) dan pembangunan tiga juta rumah, skema Koperasi Merah Putih, terutama terkait transparansi pengelolaan dana negara. Menurutnya, stimulus buyback tanpa RUPS memberikan sentimen positif, tetapi fundamental ekonomi yang masih lemah membuat investor cenderung wait and see. Pada Selasa (18/3/2025), IHSG sempat anjlok parah para hingga memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan trading halt. Namun, dua hari terakhir IHSG mulai hijau sebelum akhirnya kembali anjlok pada hari ini. (Berbagai sumber) Editor: Erna Djedi