WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Balangan menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) sebagai bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026. Acara ini berlangsung pada Senin (17/3/2025) di Aula I Bapperida Balangan. Forum ini merupakan kelanjutan dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Turut hadir dalam kegiatan ini Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Balangan, Ir. Tuhalus, Ketua DPRD Balangan Hj. Linda Wati, serta perwakilan SKPD, organisasi, dan tokoh masyarakat. Kepala Bapperida Balangan, Rakhmadi Yusni, menegaskan bahwa FKP menjadi salah satu tahapan strategis sebelum RKPD ditetapkan dalam Peraturan Bupati. "Setelah FKP ini, masih ada tahapan Forum Lintas SKPD dan Musrenbang Kabupaten yang dijadwalkan pada minggu ketiga bulan Maret," jelasnya. BACA JUGA:Bupati Tala H. Rahmat Trianto Tingkatkan Pelayanan Publik dengan Program Salami Salah satu isu utama yang dibahas dalam forum ini adalah dominasi sektor pertambangan dan penggalian dalam PDRB Kabupaten Balangan. Rakhmadi menyoroti pentingnya langkah antisipatif terhadap keterbatasan sumber daya tambang. “Jika tidak disiapkan langkah ke depan, sektor ini bisa mengalami penurunan yang berdampak pada perekonomian daerah,” ujarnya. Sebagai solusi, Rakhmadi menekankan pentingnya hilirisasi sektor unggulan, seperti pertanian dan perkebunan, guna mendukung keberlanjutan ekonomi daerah. Sementara itu, Asisten II Sekda Balangan, Ir. Tuhalus, menyampaikan bahwa forum ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten agar program pembangunan berjalan selaras dan efektif. “Harapannya ada kesepahaman dalam menyusun RKPD 2026 yang berorientasi pada keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Balangan,” tutupnya. Dengan adanya FKP ini, diharapkan aspirasi dari berbagai pihak dapat diakomodasi dalam penyusunan RKPD 2026, sehingga kebijakan pembangunan yang dihasilkan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.(Wartabanjar.com/Alfi) editor: nur muhammad