Beberapa potensi unggulan yang dicanangkan dalam mendukung status Kalimantan Selatan sebagai Gerbang Logistik Kalimantan antara lain adalah pengembangan kawasan Pulau Laut, koridor ekonomi strategis antara Banjarmasin, Batulicin, dan Kotabaru, serta sejumlah Kawasan Industri (KI) seperti KI Batulicin, KEK Setangga, KI Jorong, KI Sebuku, KI Tarjun, dan rencana pengembangan KEK Mekarputih.
Pembangunan infrastruktur juga menjadi fokus utama dalam RPJMD 2025-2029, dengan sejumlah proyek prioritas yang diproyeksikan untuk meningkatkan konektivitas wilayah.
Di antaranya adalah pembangunan bendungan Riam Kiwa, Kusan, Pancur Hanau, dan Kumap, serta pembangunan jalan dan jembatan yang menghubungkan berbagai wilayah di Kalimantan Selatan, seperti Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan-Pulau Laut dan Jalan Lintas Tengah Pulau Kalimantan.
Tidak hanya itu, sektor logistik juga mendapatkan perhatian serius melalui pembangunan Pelabuhan Internasional Mekar Putih dan Pelabuhan Margasari Baru, yang akan memperkuat distribusi barang antar wilayah dan memacu pertumbuhan ekonomi.
Proyek pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mekar Putih dan Central Business District Aerocity juga menjadi bagian dari rencana besar untuk menjadikan Kalimantan Selatan sebagai pusat ekonomi baru.
Dengan banyaknya proyek prioritas yang sedang dan akan dijalankan, diharapkan kegiatan Rapat Koordinasi Teknis ini dapat menjadi wadah untuk memperkuat kerjasama antar pemerintah daerah.
Hal ini juga menjadi momen penting untuk saling berbagi informasi mengenai perkembangan daerah, serta mengidentifikasi dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang ada.