Jembatan Proyek Jalan Tol di Korea Selatan Ambruk, Korban Tewas Tertimbun Reruntuhan
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM – Insiden tragis terjadi di lokasi pembangunan jalan tol Seoul-Sejong, Anseong, Korea Selatan, pada Selasa (25/2/2025) pagi.
Jembatan yang masih dalam tahap konstruksi tiba-tiba runtuh, mengakibatkan empat pekerja tewas tertimbun reruntuhan dan enam lainnya mengalami luka-luka.
Dikutip dari media lokal Korea Selatan YTN, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.50 waktu setempat, ketika lima struktur baja sepanjang 50 meter yang menopang jembatan ambruk setelah diangkat ke tempatnya dengan derek.
Para pekerja yang berada di atas struktur jembatan terjatuh dan tertimbun reruntuhan. Enam korban luka-luka kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit setempat.
BACA JUGA:Rumah Kos di Simpang Gatot Subroto 7 Jalan Rama Nyaris Ambruk, Penghuni dan Barang-barang Dievakuasi
Tanggung Jawab Perusahaan Konstruksi
Hingga saat ini, penyebab pasti runtuhnya jembatan masih dalam penyelidikan. Otoritas terkait telah meluncurkan investigasi guna mengungkap faktor-faktor penyebab kecelakaan ini.
Perusahaan konstruksi Hyundai Engineering, yang bertanggung jawab atas proyek jembatan tersebut, menyampaikan permintaan maaf atas jatuhnya korban jiwa dan cedera.
“Kami dengan tulus meminta maaf atas hilangnya nyawa dan adanya korban cedera yang tragis akibat kecelakaan di lokasi konstruksi kami.” kata pihak Hyundai Engineering dalam rilisnya
Hyundai Engineering juga berjanji untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dalam proses investigasi dan memastikan pemulihan cepat bagi para korban.
Tanggapan Pemerintah
Merespons tragedi ini, Penjabat Presiden Korea Selatan, Choi Sang Mok, segera menginstruksikan pengerahan seluruh sumber daya dan personel guna mencari korban yang masih tertimbun.
Rekaman dramatis mengenai detik-detik ambruknya jembatan beredar luas di media sosial. Video yang ditayangkan oleh media lokal YTN menunjukkan struktur beton jembatan runtuh dari ketinggian, menimbulkan kepulan debu dan puing-puing ke udara.
Tragedi Konstruksi di Korea Selatan
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan konstruksi di Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir, yang mendorong pengawasan lebih ketat terhadap standar keselamatan di industri konstruksi negara tersebut.
Menurut data dari Kementerian Ketenagakerjaan Seoul, lebih dari 8.000 kematian terkait pekerjaan terjadi di Korea Selatan antara tahun 2020 hingga 2023.
Pada tahun 2022, insiden serupa terjadi ketika gedung apartemen 39 lantai yang sedang dibangun di Gwangju runtuh, menewaskan enam pekerja. Investigasi saat itu mengungkap adanya perubahan konstruksi ilegal serta penggunaan material di bawah standar sebagai penyebab kecelakaan.
Dengan insiden terbaru ini, pemerintah Korea Selatan diharapkan semakin memperketat regulasi keselamatan kerja, guna mencegah tragedi serupa di masa mendatang.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad