Hasil riset OJK menunjukkan bahwa usaha bullion dapat mengoptimalkan sumber daya emas di Indonesia, baik dari tambang maupun stok emas milik masyarakat.
“Bullion bank berpotensi meningkatkan konsumsi emas ritel, memacu pertumbuhan industri emas, serta memperkuat ekosistem bisnis emas dengan tambahan nilai tambah hingga Rp30-50 triliun,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae.
Indonesia Peringkat 6 Dunia dalam Cadangan Emas
Menteri BUMN Erick Thohir menambahkan bahwa Indonesia menempati peringkat keenam dunia dalam jumlah cadangan emas, dengan total sekitar 2.600 ton.
Namun, cadangan emas batangan Indonesia masih jauh lebih kecil dibandingkan Singapura, yakni hanya sebesar 78,3 ton.
“Artinya, kita masih berada di peringkat 43 dunia dalam hal cadangan emas batangan. Sementara Amerika Serikat memiliki cadangan hampir 8.000 ton,” kata Erick.
Dengan adanya bullion bank, diharapkan cadangan emas batangan Indonesia dapat meningkat secara signifikan dan memperkuat perekonomian nasional.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad