WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Putri semata wayang selebriti Gading Marten dan Gisella Anastasia, Gempita Nora Marten atau Gempi yang baru berusia 10 tahun belum lama ini mendapat hadiah ulang tahun berupa smartphone dari kedua orangtuanya. Hal itu terjadi saat Gempi merayakan ulang tahunnya ke 10 pada 16 Januari 2025 lalu. Khawatir gawai canggih itu akan berdampak buruk pada perkembangan mental anaknya dan terpapar konten-konten negatif, Gading dan Gisel memberlakukan peraturan ketat kepada Gempi yaitu tak boleh memakai HP tersebut untuk sembarang keperluan. Gempi hanya dibolehkan memakainya untuk menghubungi orangtuanya terkait pendidikannya dan boleh memakainya sepuasnya hanya di hari libur sekolah. Memiliki gawai seperti smartphone di usia dini, yaitu anak-anak di zaman digital ini, tentunya menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para orangtua. Apalagi sekarang segala macam informasi dari yang bermanfaat hingga berbahaya bagi kesehatan mental gampang didapat di media sosial. Bagi anak-anak tentunya ini akan menjadi sesuatu yang berbahaya jika tak didampingi dengan ketat dan benar oleh orangtua mereka. Ada sejumlah tips yang bisa dilakukan orangtua jika ingin memberikan smartphone kepada anak di usia dini, yaitu: 1. Menentukan usia ideal anak punya HP. Gading dan Gisel memutuskan untuk memberikan ponsel pada Gempi di usia 10 tahun, meski awalnya direncanakan saat putri mereka berusia 13 tahun. Keputusan ini diambil berdasarkan penilaian terhadap kesiapan Gempi, termasuk kesabaran dan sikap baiknya di sekolah. Hal ini menunjukkan pentingnya melihat kesiapan mental dan emosional anak sebelum memberikan akses teknologi secara penuh. 2. Menerapkan aturan penggunaan yang tegas Meski memberikan Gempi HP pribadi, orangtuanya tetap memberlakukan aturan ketat terkait penggunaannya. Di hari biasa, misalnya, Gempi hanya boleh menggunakan ponsel untuk berkomunikasi dengan orangtuanya, sementara akses lebih bebas diberikan di akhir pekan saat libur sekolah. Dengan aturan ini, anak bisa belajar mengelola waktu dengan bijak dan tidak tergantung pada gawai setiap saat. 3. Melibatkan anak dalam menyusun aturan Di postingan Gisel, terlihat bahwa Gempi menandatangani kesepakatan peraturan penggunaan ponsel yang dibuat kedua orangtuanya. Langkah ini penting untuk membangun rasa tanggung jawab dan komitmen anak terhadap kesepakatan yang dibuat bersama. 4. Menggunakan teknologi untuk pengawasan aman Tak sembarangan membolehkan anaknya memakai HP, tampaknya Gading mengawasinya dengan cara cloning ponsel Gempi. Dalam kolom komentar aktor tersebut berseloroh, "diam-diam papa cloning hpnya *emoji tertawa*." Meski merupakan candaan, namun cara tersebut memang bisa menjadi salah satu cara yang bisa diadopsi orangtua untuk memastikan anak tetap aman di dunia maya tanpa harus melanggar privasi mereka secara berlebihan. Cara lain yang bisa dilakukan orangtua adalah meminta izin anak untuk memeriksa ponselnya secara berkala. 5. Mengajarkan kesabaran dan nilai kesepakatan Seperti diceritakan sebelumnya, Gading dan Gisel mengatakan Gempi menunjukkan kesabaran dengan menunggu hingga usia 10 tahun untuk memiliki ponsel, meskipun teman-temannya sudah lebih dulu memilikinya. Sikap ini mencerminkan bagaimana orangtua bisa mengajarkan anak menghormati keputusan dan aturan yang telah dibuat bersama. BACA JUGA: Kasus Pidana di Banjarbaru Meningkat Tajam, Narkotika dan Investasi Bodong Jadi Sorotan Kata Pakarnya Mengawasi penggunaan HP oleh anak juga tak bisa sembarangan dilakukan orangtua agar anak tetap merasa nyaman diawasi. Ada cara-cara tertentu yang bisa dilakukan demi kenyamanan dan keamanan bersama. Devorah Heitner Ph. dalam bukunya yang berjudul "Screenwise: Helping Kids Thrive (and Survive) in Their Digital World" menyebutkan, peran orangtua pada tumbuh kembang anak sebaiknya berupa pendampingan bukan pemantauan, sehingga apa pun yang orangtua lakukan dalam konteks "kepo" atau rasa ingin tahu terhadap apa yang dilakukan anak melalui ponselnya perlu dihindari. "Jika orangtua memantau sebaiknya ungkapkan pada anak. Lakukan atas sepengetahuan mereka dan beri tahu anak apa yang kita cari," kata Heitner seperti dilansir Yahoo Life. Paling ideal, menurut Heitner, adalah pada saat pertama kali kita mengizinkannya atau membelikan ponsel pribadi. Di fase awal ini orangtua perlu memberi tahu anak tentang hal-hal yang membuat mereka khawatir, misalnya memberi tahu batasan penggunaan media sosial, gawai, batasan waktu pemakaian dan lain sebagainya. Editor: Yayu