KPU Kabupaten Banjar Gelar Rapat Evaluasi Tata Kelola Logistik 2024
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banjar melaksanakan rapat evaluasi tata kelola logistik pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024, di Aula The Breeze Water Park, Banjarbaru.
Rapat evaluasi tata kelola logistik pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 berlangsung dari Senin (13/1) hingga Selasa (14/1/2025) siang.
KPU bersama, Bawaslu, Polres, Kejaksaan serta Kesbangpol Kabupaten Banjar duduk bersama mendiskusikan dan juga mengevaluasi terkait pelaksanaan Pilkada lalu.
"Jadi bagaimana hasil diskusi pada kegiatan ini akan kita jadikan acuan ataupun perbaikan dalam pelaksanaan pemilihan-pemilihan yang akan datang," ucap Ketua KPU Kabupaten Banjar, Abdul Muthalib saat ditemui seusai acara.
Khususnya bagi sekretariat terpilih nantinya, yang akan mengemban tugas ini pada perode selanjutnya, lanjut Abdul Muthalib.
Abdul Muthalib juga mengatakan, pihak KPU Kabupaten Banjar menerima beberapa masukan terkait tata kelola logistik, SDM untuk pelipatan suara hingga distribusi suara.
"Dari penyampaian beberapa narasumber tadi, seperti miskomunikasi dengan pihak vendor ekpedisi dan juga kurangnya SDM untuk pelipatan suara, bisa menjadi detail dalam perbaikan kedepannya," tandasnya.
Sehingga ia berharap, kepada seluruh petugas KPU yang ada di Kabupaten maupun Kecamatan, yang membidangi divisi logistik bisa menjadikan bahan pembelajaran dari hasil evaluasi dan juga diskusi pada hari ini.
"Agar nantinya bisa menjadi acuan dalam pelaksanaan pemilihan yang lebih baik lagi," tuturnya.
Keluhkan Gudang yang Kurang Representatif
Dalam kesempatan kali, Abdul Muthalib juga menyayangkan fasilitas gudang logistik yang dimiliki KPU Kabupaten Banjar tidak terlalu memadai dalam menunjang kegiatan pemilu ataupun pilkada.
Sehingga, pada saat pelaksanaannya pihak KPU Kabupaten Banjar harus mendistribusikan logistik lebih awal, aku Ketua KPU tersebut.
"Sebagaimana yang kita ketahui, jumlah pemilih yang ada di Kabupaten Banjar itu sangat luar biasa, dimana pada Pilkada kemaren ada 1.101 TPS yang harus kita distribusikan," ujar Abdul Muthalib.
Sedangkan, kondisi gudang logistik yang sekarang hanya mampu membuka dan mengisi surat suara ke dalam kotak sura sebanyak 250 saja. Alhasil, pengerjaannya memakan waktu yang lebih lama, lanjutnya lagi.
Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah ataupun para inverstor yang dapat memfasilitasi gudang logistik KPU Kabupaten Banjar, agar kiranya pendistribusian kotak suara ke TPS bisa lebih dipersingkat. (Ikhsan)
Editor Restu