1. Kurangi Kecepatan
Mengemudi dengan kecepatan tinggi saat hujan meningkatkan risiko aquaplaning dan kecelakaan. Genangan air di jalan dapat membuat ban kehilangan cengkeraman.
👉 Kecepatan ideal saat hujan deras adalah 50-60 km/jam untuk menjaga visibilitas dan kontrol kendaraan.
2. Jaga Jarak Aman
Pastikan jarak kendaraan Anda dengan mobil di depan cukup jauh untuk memberikan ruang berhenti yang aman.
👉 Idealnya, jarak aman adalah 6-8 detik atau 50-60 meter, tergantung situasi jalan.
3. Nyalakan Lampu
Hujan deras dapat mengurangi visibilitas. Menyalakan lampu depan sangat penting agar Anda terlihat oleh pengendara lain.
👉 Hindari penggunaan lampu jarak jauh yang dapat menyilaukan, kecuali dalam kondisi benar-benar gelap.
4. Hindari Genangan Air
Genangan air tidak hanya berisiko membuat mobil kehilangan kendali, tetapi juga dapat merusak komponen seperti suspensi, sistem pendingin, dan transmisi.
👉 Lewati genangan air dengan hati-hati atau hindari sepenuhnya jika memungkinkan.
5. Jangan Gunakan Lampu Hazard
Penggunaan lampu hazard saat berkendara di tengah hujan deras adalah kesalahan yang sering dilakukan.
👉 Lampu hazard hanya untuk keadaan darurat atau saat kendaraan berhenti, sesuai UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 121.
6. Atur Suhu AC
Suhu AC yang terlalu rendah saat hujan dapat menyebabkan embun di kaca mobil, mengurangi visibilitas.
👉 Atur suhu AC lebih tinggi untuk mencegah embun pada kaca.
7. Hindari Mengerem Mendadak
Pengereman mendadak saat jalan basah dapat menyebabkan mobil tergelincir atau kecelakaan beruntun.
👉 Gunakan rem secara perlahan sambil mengurangi kecepatan untuk menghindari risiko kecelakaan.