Saksi Sebut Korban Perkelahian di Wildan Sari Sempat Akan Melarikan Diri
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Perkelahian berdarah diduga terjadi di kawasan Jalan Wildan Sari, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat, Minggu (15/12) siang.
Informasi dihimpun, dalam perkelahian tersebut, seorang pria bernama Awar, warga Pekauman Gang Mutiara, mengalami luka pada bagian lengan kiri dan kanan akibat senjata tajam (sajam).
Setelah kejadian tersebut, korban sempat mencoba melarikan diri, dan meminta bantuan warga hingga akhirnya terkapar di kawasan Jalan Cempaka Sari 3.
Menurut penuturan saksi, Pani (28), saat itu dirinya diajak oleh korban untuk menemani mengambil motor.
Baca Juga
Breaking News Pria Terkapar di Jalan Cempaka Sari 4 Banjarmasin
Kemudian, saat sampai di kawasan Wildan Sari, korban bertemu dengan terduga pelaku, dan sempat terjadi cekcok adu mulut antara keduanya.
“Saya juga tidak paham apa yang dibicarakan, karena mereka menggunakan bahasa madura, dan nadanya memang cukup tinggi,” tutur Pani.
Lebih lanjut, jelas Pani, saat cekcok tersebut masih berlangsung, terduga pelaku langsung menyerang korban dengan menggunakan sajam, dan mengenai lengan kiri korban.
“Musuhnya ini langsung menyerang korban dengan sajam, korban pun langsung menangkis dengan tangan kiri, kalau korban tidak menangkis kemungkinan bisa wajah korban yang kena,” jelas Pani.
“Musuhnya ini tadi berdua juga dengan temannya, tapi temannya ini cuma melihat saja sama seperti saya,” lanjutnya.
Melihat hal tersebut, Pani pun meminta bantuan warga sekitar, untuk melerai dan juga membantu korban yang saat itu terluka.
“Terduga pelaku ini sempat memcoba menyerang saya, tapi saya sempat mundur, dan berkata kalau saya juga tidak tahu apa-apa, Karena saya cuma menemani saja,” ucap Pani.
“Karena takut, lalu saya pun langsung kabur dari lokasi kejadian, setelah itu saya tidak tahu lagi apa yang terjadi, dan saya pun langsung menghubungi keluarga korban untuk memberitahu kejadian tersebut,” sambungnya.
Pani mengatakan, sebelumnya korban sempat mengatakan, ingin mengambil sepeda motor dari terduga pelaku. Oleh sebab itu korban meminta ditemani.
“Katanya mau mengambil sepeda motor yang digadai oleh terduga pelaku kepada korban. Kalau memang tidak bisa mengambil motornya setidaknya mengambil uang yang telah dipinjam oleh terduga pelaku,” kata Pani.
“Karena sebelumnya terduga pelaku ini kata korban ada meminjam uang dengan jaminan sepeda motornya. Namun sepeda motornya ini belum diserahkan,” pungkasnya. (Iqnatius)
Editor Restu