WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (Natal dan Tahun Baru/Nataru), Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan pasar murah, dijadwalkan digelar di 13 kabupaten/kota se Kalsel. Pasar murah tersebut digelar selama 3 hari mulai 4 November hingga 6 Desember 2024 mendatang. Kepala Dinas Perdagangan Kalsel diwakili Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kalsel, Sutikno mengatakan kegiatan ini untuk mengukur daya beli masyarakat karena beberapa bulan terakhir ini Kalsel mengalami deflasi. Harga-harga menurun, sambungnya, namun pasar tradisional cukup sepi. "Kegiatan ini akan dievaluasi sejauh mana efektifitasnya, apakah masih sepi. Jika masih sepi memang berpotensi daya beli masyarakat di Kalsel menurun,” kata Sutikno di Banjarmasin, Senin (4/10/2024). Menurut Sutikno, jika ditemukan daya beli masyarakat menurun, maka segera akan ditindaklanjuti dengan kebijakan-kebijakan daerah seperti proyek-proyek menggunakan sistem padat karya untuk mengatasi kemunduran penghasilan masyarakat saat ini. Sementara itu, pada kegiatan pasar murah ini, Disdag menggandeng Bulog, 50 UMKM, DPKP, Dislutkan, dan mitra dagang lainnya untuk menyukseskan acara. BACA JUGA: Idap Kanker Rahim Sejak 2021, Dina Mariana Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun Lebih lanjut, Sutikno menyampaikan untuk harga beras unus Banjar di pasar murah ini dijual Rp8 ribu per liter dari biasanya Rp18 ribu per liter. Kemudian Bulog juga menjual beras SPHP, beras impor dan beras dari Pulau Jawa. “Kalau untuk pasar tidak ada subsidi, tetapi kami usahakan agar para pelaku usaha menjual dengan harga grosir agar ada selisih dengan harga pasar,” ujarnya lagi. Oleh karena itu, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik karena ini berdekatan dengan Natal dan Tahun Baru. “Masyarakat yang kurang mampu dapat membeli sehingga menyambut HBKN ada ketersediaan bahan pokok dengan harga murah,” jelasnya. (MC Kalsel) Editor: Yayu