SMPN 2 Kusan Hulu Tanah Bumbu Ciptakan Lingkungan Aman dan Kondusif
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR, TANAH BUMBU - Sosialisasi iklim keamanan, inklusifitas, dan kebhinekaan untuk seluruh warga sekolah setempat digelar di SMPN 2 Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu, (6/10/2024).
Kepala SMPN 2 Kusan Hulu, Sri Supadmi mengatakan meningkatkan iklim keamanan di sekolah merupakan langkah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Keamanan di sekolah, sebutnya tidak hanya mencakup perlindungan terhadap ancaman fisik, tetapi juga menyangkut kesejahteraan emosional dan sosial semua pihak yang terlibat, baik guru, staf dan seluruh siswa.
Baca Juga
Video Orang Misterius Ketuk Rumah di Tabalong Hoaks
Ia juga berupaya untuk membuat program kegiatan yang bermanfaat terutama dalam meningkatkan iklim keamanan sekolah yang juga berdampak pada rapor pendidikan sekolah.
"Selaku kepala sekolah SMPN 2 Kusan Hulu, Saya berinisisasi untuk menggelar sosialisasi tentang iklim keamanan, inklusifitas dan kebhinekaan untuk seluruh warga sekolah," kata Sri.
Sosialisasi berlangsung selama dua hari pada 3 dan 5 Oktober 2024. Sosialisasi pertama dilaksanakan terhadap seluruh guru dan staf di Laboratorium Komputer yang dihadiri 13 orang guru dan lima staf.
Sosialisasi kedua dihadiri seluruh siswa kelas 7, 8 dan 9 yang berjumlah 221 siswa, serta dewan guru dan staf.
Sosialisasi iklim keamanan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi di satuan pendidikan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu.
Tujuan dilaksanakan sosialisasi iklim keamanan bagi seluruh warga sekolah yaitu agar seluruh warga sekolah dapat mengetahui dan memahami tentang bagaimana membuat suasana sekolah yang aman, nyaman dan kondusif.
Selain itu, juga diharapkan seluruh warga sekolah, termasuk juga orang tua dan masyarakat ikut aktif dalam menjaga lingkungan sekolah agar tetap aman, nyaman dan terkendali.
"Selaku Kepala Sekolah, saya melakukan berbagai upaya agar keamanan sekolah terjaga. Seperti menyusun kebijakan keamanan yang jelas," kata Sri.
Kebijakan itu mencakup tindakan pencegahan, respon terhadap insiden, meningkatkan fasilitas keamanan seperti memasang cctv di area strategis, membentuk TIM keamanan sekolah ( TPPK) yang bertugas membantu menciptakan budaya keamanan bersama dan sebagai tempat untuk mengadu bagi yang terkena bullying ataupun tindak kekerasan.
Setelah diadakan pendidikan dan sosialisasi, pendekatan psikologis dan emosional, keterlibatan orang tua dan komite sekolah serta penggunaan teknologi dalam keamanan, kepala sekolah memiliki program untuk mengimplementasikan kegiatan tersebut dalam gerakan anti kekerasan, gerakan anti bullying serta anti deskriminasi dengan mengadakan lomba poster anti kekerasan serta anti bullying dengan Tema Sekolahku aman, nyaman dan menyenangkan.
Penerapan program tersebut diharapkan dapat tercipta iklim sekolah yang aman, nyaman bagi seluruh warga sekolah. Sehingga tujuan yang dicita-citakan sekolah dapat terwujud.
"Seluruh warga sekolah diharapkan juga untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan tersebut sehingga iklim keamanan sekolah bisa dilaksanakan dengan baik," pungkasnya. (ddi)
Editor Restu