Menurut Kepala DKUMPP Banjar, I Gusti Made Suryawati melihat beberapa komoditas yang sering mengalami kenaikan ialah bawang.
Kenaikan ini biasanya dipicu oleh keterbatasan pasokan sehingga membuat harga di pasaran cukup tinggi, oleh sebab itu diperlukan kerjasama dengan Pemkab Nganjuk ini agara dapat membantu menyediakan bawang merah ke Kabupaten Banjar.
Made juga menjelaskan harga normal bawang merah di kisaran Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram, tetapi bila pasokannya kurang maka harganya bisa mencapai Rp80 ribu per kilogramnya.
"Oleh karena itu pemerintah Kabupaten Banjar berharap Kabupaten Nganjuk bisa mengisi stok bawang merah dengan begitu harga bawang merah bisa stabil," harap Made.
Sementara itu, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Nganjuk, Yudi Ernanto menyambut sangat antusias kerjasama ini.
Pihaknya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Banjar agar segera melaksanakan kerjasama ini.
Ke depannya, Pemkab Nganjuk bersama-sama Pemkab Banjar akan secepatnya menyusun kisi-kisi perjanjian kerjasama itu melalui zoom meeting.
Sentra bawang merah Kabupaten Nganjuk memiliki peran penting dalam mengamankan pasokan dan harga bawang merah Nasional.
"Berdasarkan data sepanjang tahun 2023 lalu Nganjuk tercatat mampu memproduksi 183.757,8 ton bawang merah dengan luas panen mencapai 16.918 ha. Bulan Mei–Agustus sentra terbesar bawang merah varietas Tajuk tersebut dijadwalkan musim panen raya. Varietas Tajuk dengan provitas mencapai 11 – 18 ton per hektar. Brambang varietas Tajuk ini lebih popular karena memiliki banyak  keunggulan dibandingkan varietas lain, seperti varietas Philip, Pancasona, Katumi, Trisula dan Bauji," jelasnya.
Diungkapkan Yudi, melimpahnya hasil panen bawang merah ini karena Kabupaten Nganjuk terus menggali berbagai potensi desa, salah satunya UMKM di Kecamatan Gondang yang memproduksi bawang merah goreng dalam skala besar, yaitu bawang merah goreng Mak Yem.
Peralatan yang digunakan masih manual, mulai dari pengupasan, pengirisan hingga penggorengan dan pengemasan.