Sementara itu, Ketua DPD Harpi Melati Provinsi Kalimantan Selatan, Heny Rusilawati menambahkan tata rias pengantin Banjar gaya Ba’amar Galung Pancar Matahari ini sekitar abad ke XVII (abad ke 17) adalah salah satu tata rias pengantin Banjar yang sangat digemari masyarakat kala itu karena terkesan klasik dan tradisional.
Selain itu, sudah baku juga sebagai salah satu busana pengantin adat Banjar sejak 1987 dari Provinsi Kalimantan Selatan.
“Pengertian dari Ba-amar Galung Pancar Matahari adalah memakai amar atau mahkota yang bermotif dua ekor naga saling berhadapan, memperebutkan Batu Kumala yang memancarkan sinar, bagaikan pancaran cahaya matahari,” ungkapnya.
Selain itu, pada kegiatan ini pihaknya memberikan materi berupa tata rias pengantin banjar Baamar Galung Pancar Matahari, sanggul serta aksesorinya oleh pakar tata rias pengantin banjar yaitu Mursimah Dimyati. (MC Kalsel)
Editor: Yayu







