WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Pertandingan semifinal Euro 2024 antara Inggris vs Belanda, Kamis dinihari (11/7/2024) menyisakan kontroversi. Gol penyama Inggris dari Harry Kane pun disebut-sebut gol kontroversal. Mengapa? Pelatih Belanda Ronald Koeman mengklaim bahwa penalti yang diberikan kepada tim Inggris dan berujung gol Harry Kane di semifinal Euro 2024 adalah contoh keputusan VAR yang ‘menghancurkan’ sepak bola. Oranje gagal mengulangi final Piala Dunia 2010 melawan Spanyol karena kekalahan 1-2 dari Inggris di Signal Iduna Park. Baca juga:Status Deschamps Dikonfirmasi Otoritas Prancis Usai Tersingkir dari Euro 2024, Zidane Menunggu? Belanda unggul terlebih dahulu melalui serangan brilian Xavi Simons. Namun, Inggris bereaksi dengan baik saat tertinggal satu gol dan menyamakan kedudukan hanya 11 menit setelahnya. Penalti sempurna dilakukan Kane yang mengarah ke sudut bawah meskipun upaya dari kiper Bart Verbruggen sudah tepat dengan arah bola. Perdebatan berkembang mengenai apakah pasukan Gareth Southgate itu selayaknya mendapatkan tendangan penalti. Pasalnya wasit Felix Zwayer awalnya menolak penalti, setelah Denzel Dumfries melakukan pelanggaran terhadap Kane saat tendangan voli pemain Bayern Munich itu melambung di atas mistar. Zwayer kemudian mendekat ke monitor di tepi lapangan untuk meninjau keputusan tersebut, dan wasit di lapangan akhirnya menunjuk titik putih. Keputusan itu membuat skuad Belanda kebingungan karena Dumfries juga mendapat kartu kuning. Tendangan penalti Kane sukses. Gol itu mendahului gol kemenangan menakjubkan pada menit ke-90 dari Ollie Watkins. Belanda bisa dibilang tim yang lebih baik, dan Koeman secara mengejutkan marah atas keputusan Zwayer yang menunjuk titik penalti di babak pertama tersebut. "Apa yang Anda lakukan sebagai bek? Ini bukan penalti. Dumfries ingin memblok bola. Lalu sepatunya bertabrakan. Keputusan VAR seperti itu menghancurkan sepak bola," kata pelatih asal Belanda itu dalam konferensi pers pasca pertandingan. Kata-kata Koeman juga diamini oleh kapten Virgil van Dijk, yang mengungkapkan bahwa Zwayer malah melesat ke terowongan alih-alih berjabat tangan, yang menurut pemain Liverpool itu cukup aneh. Baca juga:Inggris Lolos Final Euro 2024: Jangan Remehkan Watkins, Siap Hadapi Spanyol "Wasit langsung berlari kembali, setelah peluit panjang berbunyi, itu berarti banyak hal. Saya tidak punya waktu untuk menjabat tangannya. Tapi itulah yang terjadi, pertandingan sudah selesai," katanya. "Kami kalah, momen-momen tertentu sudah jelas bahwa mereka harus melakukannya sesuai keinginan kami, namun mereka tidak melakukannya, apa pun hasilnya,” tambah Van Dijk. Mantan bek kanan Inggris dan Manchester United Gary Neville bersimpati dengan rasa frustrasi Oranje, dengan mengklaim bahwa pemberian tendangan penalti adalah cukup menggelikan. Hal itu dikatakannya saat melakukan tugas pakar untuk ITV Sport. Ia mengatakan: "Kapan saja, dalam pertandingan yang begitu penting (hal itu cukup kontroversi). Saya juga marah dengan kejadian yang dialami Denmark [handball melawan Jerman], saya tersinggung," katanya.(pwk) Editor: purwoko