WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Setelah aman melewati babak penyisihan grup, upaya Inggris untuk meraih kejayaan Euro 2024 memasuki fase gugur saat mereka menghadapi Slovakia pada hari Minggu.
Kedua tim berjumpa di Gelsenkirchen dengan pertaruhan satu tempat di perempat final: Denmark atau Belanda akan menjadi lawan berikutnya bagi pemenang.
Bertujuan untuk menjadi lebih baik daripada saat kalah di final Euro 2020, Inggris kembali ke Gelsenkirchen akhir pekan ini dengan segudang asa.
Baca juga:16 Tim Melaju di Euro 2024, Berikut Jadwal hingga Prediksi Tim Pemenang
Setelah memulai kampanye Kejuaraan Eropa musim panas ini dengan kemenangan atas Serbia di kota Lembah Ruhr, berbagai kelemahan masih dirasakan.
The Three Lions lolos ke babak 16 besar sebagai pemenang Grup C, menghindari rute yang berpotensi lebih sulit menuju Berlin, di mana trofi Henri Delaunay akan diserahkan dalam waktu dua minggu mendatang.
Mengambil lima poin dari pertandingan melawan Denmark, Slovenia dan Serbia, tim asuhan Gareth Southgate mencatatkan hasil imbang melawan pasangan sebelumnya menyusul kekalahan 1-0 yang menegangkan dari Serbia.
Meskipun masih belum terkalahkan di Euro 2024, hasil imbang melawan Slovenia pada hari Selasa memicu reaksi marah dari beberapa pendukung di Cologne, sementara banyak pakar mengkritik skuad yang hanya memenangkan dua dari delapan pertandingan terakhir mereka.
Southgate – yang memainkan dua pertandingan pertama Inggris melawan Slovakia, selama kualifikasi Euro 2004 – sekarang harus menghilangkan kebisingan dan memastikan tim berbakatnya memenuhi harapan.
Baik Perancis, Belgia, Portugal, Jerman atau Spanyol tidak akan menghalangi jalan potensial Inggris ke final, namun kemenangan pada hari Minggu bisa membuka pertandingan perempat final dengan Italia, yang menang melalui adu penalti di Wembley tiga tahun lalu.
Namun, pertama-tama, The Three Lions ingin memperpanjang rekor tak terkalahkan melawan Slovakia, setelah memenangkan lima dari enam pertemuan kedua negara hingga saat ini.
Satu-satunya Inggris gagal menang adalah di Euro 2016 – yakni meraih hasil imbang tanpa gol dalam laga yang membosankan di babak penyisihan grup.
Modal Pengalaman dan Karakter
Meskipun preseden tidak memihak mereka, Slovakia tidak akan dianggap enteng oleh lawan mereka yang lebih terkenal. Kemenangan pembuka atas Belgia membuktikan bahwa mereka mampu membuat kejutan.







