WARTABANJAR.COM, MEKKAH- Sekarang ini fase pemulangan jemaah haji Indonesia sedang berlangsung sejak kemarin, Sabtu (22/6/2024) hingga 3 Juli 2024 nanti.
Mengingat cuaca di Saudi yang sangat panas, sembari menunggu jadwal kepulangan, Kabid Kesehatan PPIH, dr. Indro Murwoko berpesan agar jemaah membatasi aktivitas keluar hotel, khususnya jemaah dengan kondisi kesehatan risiko tinggi (risti) dan lanjut usia (lansia).
“Saran kami jemaah risti agar membatasi aktivitas keluar jika kondisi kesehatannya memang tidak memungkinkan. Sebab kita tahu bahwa eksposur kegiatan di Armuzna (tinggi), mereka sangat lelah. Biasanya proses infeksi dan penurunan kondisi ketahanan tubuh itu fasenya sekarang,” sebutnya, dikutip dari laman Kementerian Agama RI, Minggu (23/6/2024).
dr. Indro mengingatkan, anggapan bahwa menghabiskan sisa waktu di Tanah Suci untuk memperbanyak aktivitas tanpa mempedulikan kondisi kesehatan adalah keliru bahkan justru bisa membahayakan.
“Kami sudah sampaikan kepada tenaga kesehatan di kloter agar jemaah risti bisa terus dipantau. Kalau kondisinya tidak fit dan memungkinkan terjadinya hal yang buruk dari sisi kesehatan, bisa dicegah untuk tidak beraktivitas di luar kondisi kesehatannya,” pesan dr. Indro.
Bagaimana dengan jemaah yang tidak masuk kategori risti? dr. Indro menjelaskan, dari data yang ada, tidak tertutup kemungkinan kondisi-kondisi yang ekstrem juga bisa memengaruhi jemaah yang muda dan sehat sejak di Indonesia, meski tidak berat.
Dia lalu mengingatkan bahaya dehidrasi terhadap penurunan kondisi kesehatan.
