WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Kelangkaan gas elpiji 3 kg sudah terjadi beberapa pekan di Banjarbaru. Harga du tingkat eceran mencapai Rp 45 ribu. Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru menggelar acara sosialisasi mengenai penggunaan gas LPG 3 kg dan BBM bersubsidi yang tepat sasaran, bertempat di Aula Linggangan Kantor DPRD Kota Banjarbaru pada Rabu (19/06/2024). Dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sri Lailana, menekankan pentingnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menggunakan gas elpiji 3 kg dan BBM bersubsidi sesuai peruntukannya. Baca Juga Diduga Kepanasan 577 Jemaah Haji Meninggal Dunia di Mekkah  Ia menjelaskan bahwa kelangkaan gas LPG 3 kg sebagian besar disebabkan oleh penggunaan yang tidak tepat sasaran. Yakni masyarakat berkecukupan turut menggunakan subsidi yang seharusnya dialokasikan bagi masyarakat kurang mampu. “Kenyataan di lapangan selama ini masih belum tepat sasaran karena distribusi manfaat subsidi dan kompensasi energi saat ini juga dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu, hanya sedikit masyarakat yang tidak mampu menikmatinya,” ungkapnya. Ia menegaskan untuk penggunaan subsidi BBM dan gas elpiji 3 kg, penting untuk mengintrospeksi diri dan mempertimbangkan apakah mereka sebenarnya memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi tersebut. “Tidak menyalahkan siapa-siapa tapi kembali kepada pribadi kita masing-masing apakah memang kita berhak mendapatkan subsidi baik itu BBM maupun gas elpiji 3 kg atau siapa sebenarnya yang lebih berhak selain itu juga terdapat ketidakstabilan harga gas elpiji 3 subsidi saat dalam proses distribusinya,” tegasnya. Dalam acara ini juga disosialisasikan Peraturan Walikota (Perwali) Banjarbaru No. 5 Tahun 2022 yang bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan Kartu Kendali dalam penjualan gas LPG 3 kg kepada masyarakat. Turut hadirnya pihak Pertamina pada sosialisasi ini untuk memberikan penjelasan mengenai langkanya gas elpiji 3 kg. Sosialisasi ini diikuti oleh agen distribusi gas LPG 3 kg, perwakilan pangkalan gas LPG 3 kg, Asosiasi Pasar Mandiri, para petani dan pembudidaya ikan Banjarbaru, serta para lurah di Kota Banjarbaru yang turut diundang. (MC BJB) Editor Restu