WARTABANJAR.COM - Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas menjawab mengenai keluhan jemaah saat berada di Mina dan harus berdesak-desakan. Dinamika di Mina, katanya menjadi bagian yang akan dievaluasi. Menurutnya, wilayah Mina jelas batasannya dan sangat terbatas. Dengan kuota 213.320 jemaah, ruang yang tersedia kurang dari 0,8 meter persegi per orang. "Mina dari dulu seperti itu. Sejak kuota kembali normal pada 2017, isunya selalu soal kepadatan. Sehingga, menerima tambahan kuota selalu menjadi berkah sekaligus tantangan," kata Gus Men. Baca Juga Buaya Kembali Terlihat di Pantai Sungai Cuka Kabupaten TanbuĀ  "Dalam keterbatasan wilayah, ada tantangan kenyamanan, bahkan keselamatan jiwa. Ini yang perlu menjadi pertimbangan," lanjutnya. "Alhamdulillah kita bersyukur, proses puncak haji berjalan lancar," katanya lagi. Ditambahkan Menag, pihaknya akan segera menggelar evaluasi atas penyelenggaraan haji tahun ini. Sejumlah catatan akan menjadi bahan perbaikan untuk musim haji mendatang. "Kita tetap akan upayakan kuota tambahan dalam jumlah yang terukur untuk tetap menjaga kenyamanan dan keselamatan jemaah," tegasnya. Sebelumnya video jemaah haji asal Kota Bogor melakukan protes soal tenda di Mina viral di media sosial, Selasa (18/6). Tenda di Mina yang diperuntukkan istirahat jemaah haji dianggap kurang layak. Satu tenda diperuntukkan 160 jemaah. Dilansir dari akun Instagram @bogor_update yang memperlihatkan kondisi di dalam tenda dipenuhi oleh para jamaah yang kesulitan untuk tidur atau sekedar berbaring karena tenda yang sempit. Bahkan dalam Video yang diunggah akun tersebut juga terlihat beberapa jamaah haji yang tidur di lorong Maktab yang dilalui oleh banyak orang. Kemudian juga seorang laki-laki tengah protes terhadap kondisi yang dialaminya dan 160 jamaah haji lainnya. "Anda itu ditugaskan untuk memfasilitasi kami, Selesaikna, Bantu Kami, Kami hanya kesulitan" kata salah seorang jemaah. Tenda yang berukuran kurang lebih 10x12 meter itu diperuntukkan 160 orang. Sehingga jemaah haji harus saling berdesakan saat istirahat. Diketahui jemaah haji itu adalah Plt Kepala DInas Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Asep Kartiwa. Ia bersama dengan 160 jamaah haji lainnya tergabung di KBIHU YPHB ke tanah suci dengan kloter 49 Jks. berada di Maktab 44. Kondisi tersebut kurang layak dan juga tidak sehat, terutama bagi para jamaah haji yang berusia lanjut. (berbagai sumber) Editor Restu