Setelah diposting, video pelemparan tersebut dilihat oleh ABN yang merupakan teman ALF. ABN berupaya mengonfirmasi dan menanyakan alasan kenapa mereka melempari kedai kopi tempat ALF bekerja.
“Dalam upaya mengonfirmasi itu, terjadilah konflik. Di momen itu, GN dari geng Venty 16 mengajak ABN dari geng Tome untuk berkelahi. Informasi ajakan berkelahi itupun tersebar di grup whatsapp mereka,” tambahnya.
Baca juga: Rupiah Tersungkur Pada Penutupan Sesi Perdagangan Jumat
Alhasil, GN dari geng Venty16 dan ABN dari geng Tome berencana bertemu di wilayah Trikora untuk berkelahi. Tapi, Venty16 memanggil rekan-rekan geng lainnya seperti Family Dosky, Scorpio, Home Arap, Fastlam dan Warkem untuk keroyokan.
“Saat berkelahi di tanggal 12 Juni 2024 itu, ALF lari ke perumahan Polri yakni Komplek Bhayangkara meninggalkan sebuah sepeda motor beat milik TFK yang dihancurkan oleh Vanty16 dan rekan-rekannya,” jelasnya lagi.
Baca juga: HUT Bhayangkara ke-78, Polres Banjar dan Forkopimda Kabupaten Banjar Olga Bareng
Dalam insiden tersebut, diketahui tidak ada korban jiwa dan hanya ada kerugian material saja. Namun, video yang tersebar itu meresahkan masyarakat luas khususnya Kota Banjarbaru. (nurul octaviani)
Editor: Sidik Purwoko