Pemilihan Katanya Dianggap Tak Tepat Tanggapi Konflik Palestina-Israel, Barack Obama Dihujat Netizen AS

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama diprotes netizen AS karena pemilihan katanya dalam pernyataan resminya tentang masalah Palestina dan Israel.

Dalam pernyataan tersebut, Obama menyebut bahwa warga Israel “DIBANTAI” atau butchered serta “ABDUCTED” atau diculik oleh Hamas, sementara warga Palestina disebutnya “SHATTERED” atau dihancurkan oleh perang.

Tak hanya itu, dia juga menyebut konflik ini sebagai “WAR” atau perang.

Pernyataan itu diunggahnya di media sosialnya, Sabtu (1/6/2024).

Dalam pernyataan itu ia menyebut bahwa Presiden Biden mengajukan rencana yang jelas, realistis dan adil untuk segera melakukan gencatan senjata dan mengakhiri perang di Gaza, sebuah rencana yang menjamin keamanan Israel, mengembalikan sandera yang ditawan pada tanggal 7 Oktober ke keluarga mereka, meningkatkan bantuan ke Gaza dan meringankan penderitaan. warga sipil Palestina, dan melibatkan warga Israel, Palestina, negara-negara Arab, dan komunitas internasional yang lebih luas dalam proses pembangunan kembali Gaza.

“Gencatan senjata saja tidak akan meringankan penderitaan warga Israel yang orang-orang tercintanya dibantai atau diculik oleh Hamas, atau warga Palestina yang keluarganya hancur akibat perang yang terjadi setelahnya. Perjanjian ini tidak akan menyelesaikan konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina, atau menjawab isu-isu kontroversial seputar solusi dua negara atau melanjutkan aktivitas pemukim di Tepi Barat,” katanya.

“Namun apa yang bisa mereka lakukan adalah menghentikan pertumpahan darah yang sedang berlangsung, membantu keluarga-keluarga bersatu kembali dan memungkinkan gelombang bantuan kemanusiaan untuk membantu orang-orang yang putus asa dan kelaparan. Hal ini dapat menyelamatkan banyak nyawa, di sini dan saat ini – dan dapat meletakkan dasar bagi jalan yang panjang dan sulit menuju masa depan di mana Israel aman dan damai dengan negara-negara tetangganya, dan orang-orang Palestina pada akhirnya memiliki keamanan, kebebasan dan kemandirian. tekad yang telah mereka cari selama ini,” lanjutnya.

“Ketika tragedi di Gaza terjadi selama delapan bulan terakhir, kita sering menyaksikan perdebatan publik yang sengit di dalam negeri – dan di seluruh dunia – mengenai bagaimana Amerika Serikat harus menanggapinya. Namun tidak peduli posisi kita dalam perdebatan yang lebih luas ini, gencatan senjata yang berkelanjutan adalah sesuatu yang harus kita dukung – demi kepentingan Israel, Palestina, dan dunia pada umumnya. Saya sangat terdorong oleh upaya yang gigih dan tak kenal lelah dari Presiden Biden, Menteri Luar Negeri Tony Blinken, dan tim diplomatik kita untuk mengakhiri perang yang mengerikan ini,” demikian isi pernyataannya tersebut.

Sontak saja pernyataan tersebut mengundang protes dari warganet AS yang mengkritik pemilihan katanya, khususnya kata “DIBANTAI” dan “DICULIK” oleh Hamas untuk warga Israel dan “DIHANCURKAN” untuk menggambarkan kondisi rakyat Palestina.

Selain itu juga dia dikritik karena penggunaan kata “WAR” atau perang di pernyataan itu, bukan genosida.

Mereka menuding Obama seakan membenarkan tindakan kekerasan dan penjajahan Israel ke rakyat Palestina, serta mendukung propaganda Israel.