WARTABANJAR.COM, SEOUL – Angka bunuh diri warga Korea Selatan disebut-sebut tertinggi di antara negara-negara anggota Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), Kamis (25/04/2024). Laporan mengenai faktor-faktor utama keselamatan sosial yang disajikan oleh Statistics Korea juga menunjukkan bahwa negara tersebut mencatat tingkat debu ultrahalus tertinggi di antara negara-negara anggota OECD.
Dilansir Wartabanjar.com dari Kantor Berita Yonhap, Jumlah kasus bunuh diri per 100.000 warga Korea Selatan mencapai 25,2 persen pada tahun 2022, turun dari 26 kasus pada tahun sebelumnya. Angka tersebut cenderung menurun dari puncaknya sebesar 28,5 persen pada tahun 2013, namun tetap berada pada tingkat tertinggi di antara negara-negara maju.
Berdasarkan data tahun 2020, Korea Selatan memiliki tingkat bunuh diri tertinggi di antara negara-negara anggota OECD, yaitu 24,1 persen dari setiap 100.000 orang. Sementara Lithuania berada di urutan kedua dengan 18,5 persen dan Slovenia dengan 15,7 persen.
Lalu di urutan berikutnya ada Jepang dengan 15,4 persen dan Belgia dengan 14,8 persen , menurut data OECD.
Baca juga: Puluhan Warga Thailand Tewas Karena Gelombang Panas Tahun Ini
Sementara menurut data, rata-rata kepadatan debu ultrahalus mencapai 25,9 mikrogram per meter kubik pada tahun 2020, yang merupakan tingkat tertinggi di antara negara-negara anggota OECD.
Partikel ultrahalus berdiameter lebih kecil dari 2,5 mikrometer dan juga dikenal sebagai PM 2.5.
Chile berada di urutan berikutnya dengan 24,2 mikrogram per meter kubik dan Turki dengan 22,6 mikrogram per meter kubik. Tingkat di Jepang mencapai 13 mikrogram per meter kubik, data menunjukkan.