“Amerika Serikat memiliki data intelijen yang mengkonfirmasi klaim ISIS bertanggung jawab atas penembakan tersebut,” kata seorang pejabat AS.
Serangan ISIS itu menyusul perubahan dukungan Presiden Rusia Vladimir Putin mengubah di Suriah dengan melakukan intervensi pada 2015. Karena Putin mendukung Presiden Bashar al-Assad melawan oposisi dan ISIS.
“Isis-K telah terpaku pada Rusia selama dua tahun terakhir, sering mengkritik Putin dalam propagandanya, Ada juga ISIS cabang Kaukasus,” kata Colin Clarke, dari Soufan Center. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko