Sementara, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalsel Wahyu Pratomo, mengajak masyarakat, dalam bertransaksi, selain menggunakan uang fisik rupiah, juga pembayaran non tunai atau QRIS.
Berbagai layanan dilakukan ujar Wahyu, mulai Kas keliling Baiman (Baimbai Perbankan), Kas Keliling Bersama Perbankan (Kaliber), layanan kas keliling susur sungai, kas keliling masjid dan pesantren, dan kas keliling di bandara dan pelabuhan.
Layanan tersebar di 217 titik, terdiri dari 195 titik perbankan sisanya bank perkreditan rakyat.
Disebutkan, kebutuhan uang masyarakat Kalsel untuk ramadhan dam Idul Fitri 1445 hijriah tahun ini diperkirakan Rp3,06 triliun atau naik 11 dari tahun lalu yakni 2,74 triliun.
Launching ditandai dengan penukaran uang rupiah secara simbolis di mobil keliling BI Perwakilan Kalsel. (adpim)
Editor Restu

