WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Tragedi gempa yang menimpa Kabupaten Banjar pada 13 Februari lalu bisa mengubah tata ruang Kabupaten Banjar. Hal ini seiring kedatangan tim Ahli Geologi dari Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melakukan pemantauan dan penelitian terhadap lokasi gempa. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Yayan Daryanto mengatakan kedatangan tim bertujuan untuk memastikan hasil penelitian yang relevan dengan Kajian Resiko Bencana (KRB) dan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) yang sedang direview saat ini. "Diharapkan hasil penelitian ini akan mendukung kegiatan Kajian Lingkungan Hidup Strategis dan Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banjar." Baca Juga Catat 11 Sasaran Pelanggaran Lalu Lintas di Operasi Keselamatan Intan 2024 "Jika KRB menunjukkan hasil kajian gempa, hal ini akan mempengaruhi pola ruang, misalnya, wilayah perkotaan yang tiba-tiba menjadi rawan bencana harus dipindahkan," ungkapnya. Sebelumnya lima kecamatan di Kalimantan Selatan (Kalsel) terdampak gempa bumi akibat patahan Meratus yang terjadi 13 Februari lalu. Tiga di antaranya di Kabupaten Banjar dan dua di Tapin. Yakni Kecamatan Binuang dan Hatungun di Kabupaten Tapin dan Kecamatan Sambung Makmur, Simpang Empat dan Telaga Bauntung di Kabupaten Banjar. Seperti yang disampaikan ahli geologi Dr Supartoyo dari Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, saat gelaran talkshow di Radio Suara Banjar, Rabu (28/2/2024). Dikatakan, gempa bumi dengan Magnitudo 4,7 dengan kedalaman 10 kilometer tersebut banyak menyebabkan kerusakan terutama di 3 kecamatan di Kabupaten Banjar dengan skala MMI (Modified Mercally Intensity) dari 4 hingga 5 MMI namun untungnya tidak menimbulkan korban jiwa. “Sebenarnya yang menyebabkan korban jiwa bukan karena gempanya, akan tetapi korban tertimpa bangunannya yang jatuh,” ujarnya. Pengetahuan apa yang harus dilakukan siswa jika gempa terjadi,” ucapnya.(ip Banjar) Editor Restu