“Ya saya dapat amanah dari abah dan mama saya yang sudah secara fisik meninggalkan kami tapi cinta dan semangatnya selalu bersama kami. Oleh karena itu yang memberi semangat kami untuk menjadi anak yang berbakti meneruskan nilai-nilai yang selama ini diberikan pada kami,” kata Hasnuryadi Sulaiman dilansir Liga Indonesia Baru.
Barito didirikan oleh Alm Abdussamad Sulaiman Haji Basirun pada tahun 1988 untuk memenuhi nazar kepada sang pencipta.
“Barito Putera ini dibentuk sebagai janji saya kepada Allah SWT, bahwa jika saya diberikan rezeki berlebih akan membentuk klub sepak bola,” bunyi petikan nazar Alm Abdussamad yang diabadikan di halaman resmi klub.
Latar belakang tersebut membuat Hasnuryadi Sulaiman berusaha selalu mendekatkan klub dengan nilai-nilai religius.
Ia sering mengadakan kegiatan keagamaan dalam agenda-agenda klub.
Seperti kegiatan Tabligh Akbar dan doa bersama.
Kegiatan ini untuk bersilaturahmi sekaligus memohon nasehat-nasehat dari para Habaib, Alim ulama dan Guru agama serta para dewan penasehat Barito.
Dia ingin timnya lebih dari sekadar sebagai klub profesional, namun juga klub yang berkarakter dan menginspirasi.
“Maka sebab itu setiap ada kegiatan kami selalu berupaya pada alim ulama bersama-sama kami untuk tetap membentuk nilai-nilai karakter moral dan akhlak masyarakat,” ucapnya.
Pada BRI Liga 1 2023/24 ini Barito Putera mengawali musim dengan cukup baik. Di bawah asuhan pelatih Rahmad Darmawan tim berhasil bersaing di posisi empat besar.
Namun menuju akhir putaran pertama Laskar Antasari mulai dihadapkan masalah konsistensi.