WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kampanya di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Calon Presiden nomor urut I, Anies Baswedan, janjikan perubahan kepada para pendukung Anies-Muhaimin yang ada di Kalsel. Hal tersebut disampaikan Anies Baswedan dalam sambutannya kepada seluruh pendukungnya, di Gedung Sultan Suriansyah (Susu), Selasa (5/12) sore. Anies mengatakan, kita berkumpul disini karena ingin perubahan terjadi di Indonesia, agar dapat mengatasi tingginya harga beras, tingginya biaya pendidikan, dan tingginya harha disektor lainnya. Baca juga: Ribuan Pendukung Teriak “Anies Presiden” di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin Oleh sebab itu, Anies mengajak seluruh pendukungnya agar pada Pemilu tanggal 14 Februari 2024 mendatang, dapat memilih dirinya bersama dengam calok wakilnya, Muhaimin Iskandar, untuk menjadi presiden periode tahun 2024-2029. “Mulai dari sekarang sampai dengan tanggal 14 Februari 2024 nanti, kita harus mengakak seluruh masyarakat untuk memilih nomor 1,” ajak Anies, kepada seluruh pendukungnya. Anies menuturkan, kalau pihaknya bisa mendapatkan kemenangan pada Pemilu 2024 mendatang, maka untuk perubahan akan berjalan mulus untuk kedepannya. Lebih lanjut, kata Anies, dengan kemenangan pada pemilu tersebut, maka pihaknya akan memilik kewenangan untuk melakukan perubahan. “Hari ini harga bahan pokok mahal, beri kewenangan kita ubah menjadi murah harganya, dan tata niaganya bermasalah, beri kewenangan kita akan ubah tatanan tata niaganya,” kata Anies. “Itu sebabnya kita lakukan perubahan, apa yang terjadi bila harga beras murah, maka rumah tangga bisa menabung, dan uangnya bisa dipakai untuk kebutuhan lain,” lanjutnya. Tidak hanya itu, tutur Anies, tingkat pengangguran juga cukup tinggi di Indonesi, dikarenakan banyaknya investasi yang cukup tinggi namun bisa terbilang tidak pada tempatnya. “Lapangan pekerjanya sedikit, karena selama ini pemerintah melakukan investasi banyak sekali, tapi investasinya diindustri pada modalnya, bukan pada karya, sehingga investasinya besar tapi penyerapan tenaga kerjanya sedikit,” tutur Anies. “Sudah sekolah tinggi-tinggi, kuliah tinggi-tinggi, dan juga mahal pula, namun setelah lulus malah nganggur, itu karena lapangan kerjanya sedikit,” sambungnya. “Inysa Allah, besok bukan hanya investasinya yang ditingkatkan, lapangan kerjanya juga ditingkatkan, dengan cara membuka sektor-sektor padat karya. Tapi itu perlu kewenangan,” pungkasnya. (Iqnatius) Editor: Erna Djedi