WARTABANJAR.COM, GAZA - Keluarga seorang jurnalis Al Jazeera tewas dalam serangan Israel di Gaza, kata jaringan yang berbasis di Qatar itu dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu ketika perang berkecamuk antara Israel dan Hamas. Al Jazeera mengatakan istri dan dua anak koresponden saluran berbahasa Arab di Gaza, Wael Al-Dahdouh, tewas dalam serangan di kamp pengungsi Nuseirat di jalur Gaza. “Jaringan Media Al Jazeera menyampaikan belasungkawa dan simpati yang tulus kepada rekan kami Wael Al-Dahdouh atas hilangnya keluarganya dalam serangan udara Israel,” katanya dilansir Arab News. “Serangan tanpa pandang bulu yang dilakukan pasukan pendudukan Israel mengakibatkan hilangnya istri, putra dan putrinya secara tragis, sementara seluruh keluarganya terkubur di bawah reruntuhan.” Israel melancarkan serangan mematikan di wilayah sempit Palestina sebagai respons terhadap serangan lintas batas besar-besaran yang dilakukan militan Hamas pada 7 Oktober yang menurut para pejabat Israel telah menewaskan lebih dari 1.400 orang. Lebih dari 220 orang disandera dan saat ini ditahan di Gaza, kata Israel. Baca juga: Pelayan RSUD H Hasan Basry Kandangan Terganggu Karena Listrik, Laboratorium Tutup Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 6.500 orang di Gaza, meningkat lebih dari 700 orang sejak Selasa, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas. Dalam gambar dan rekaman yang ditayangkan oleh Al Jazeera dan dibagikan di media sosial, Al-Dahdouh terlihat berduka atas jenazah istri dan anak-anaknya di sebuah rumah sakit di Deir el-Balah di Jalur Gaza selatan. Al Jazeera mengatakan keluarga tersebut tinggal di rumah sementara setelah mengevakuasi Kota Gaza menyusul peringatan Israel bagi penduduk untuk pindah ke selatan ketika pasukannya mengintensifkan serangan yang menargetkan Hamas. “Ini adalah zona aman yang dibicarakan oleh tentara pendudukan (Israel),” kata Al-Dahdouh di Al Jazeera. Organisasi media tersebut mengatakan “rumah mereka menjadi sasaran di kamp Nuseirat di pusat Gaza, tempat mereka mencari perlindungan setelah mengungsi akibat pemboman awal di lingkungan mereka.” “Al Jazeera sangat prihatin dengan keselamatan dan kesejahteraan rekan-rekan kami di Gaza dan meminta pertanggungjawaban pemerintah Israel atas keamanan mereka,” tambahnya. (berbagai sumber) Editor: Erna Djedi