WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Kaum Hawa kerap kali mengalami nyeri berlebihan saat haid. Hal ini tentu saja membuat tak nyaman hingga bisa mengganggu aktifitas sebab bisa membuat badan sakit, khususnya di area perut. Banyak yang mengatakan penyebabnya kemungkinan karena ada kista di dalam rahim. Benarkah demikian? Berikut ini penjelas medisnya. Tanda Atau Gejala Nyeri Karena Kista Dokter spesialis obstetri dan ginekologi RSIA Anugerah Semarang, Hervyasti Purwiandari menjelaskan, kista memang benar dapat menyebabkan nyeri saat menstruasi. Hervyasti mengatakan, nyeri pada saat menstruasi merupakan sesuatu yang normal jika hanya muncul pada hari pertama ketika siklus menstruasi datang dan tidak mengakibatkan aktivitas terganggu. Tetapi, jika nyeri pada menstruasi terjadi secara terus-menerus di hari kedua, ketiga, keempat, dan bahkan sampai pingsan atau sampai penderita minum obat pereda nyeri, maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter kandungan agar bisa menjalani ultrasonografi (USG). “Kista terkadang muncul tanpa gejala. Salah satu gejala yang dapat kita deteksi jika ada kista adalah gangguan dari siklus menstruasi, ataupun nyeri pada saat menstruasi di luar dari nyeri menstruasi pada normalnya,” jelas Hervyasti. Ia menjelaskan, nyeri menstruasi yang normal terjadi karena adanya penurunan hormon di dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan rasa nyeri. Sedangkan nyeri menstruasi yang tidak normal dapat terjadi jika ada kista endometriosis di dalam tubuh. Kista endometriosis merupakan kondisi yang paling sering menimbulkan gejala berupa kram menstruasi yang menyakitkan, nyeri saat berhubungan seksual, bahkan sulit hamil. “Jadi, pada saat siklus menstruasi hari kedua atau ketiga, kista endometriosis pada saat kita menstruasi akan ikut pecah di dalam, ikut meluruh, jadi dapat menimbulkan rasa nyeri,” ungkapnya. Dampak Kista Di sisi lain, Hervyasti mengungkapkan, perlu mengetahui terlebih dahulu apakah kista yang berada di dalam tubuh merupakan kista jinak atau ganas. “Kita belum cukup tahu jika tidak melakukan pemeriksaan atau melakukan USG. Kalaupun USG tidak mencukupi, kita bisa melakukan operasi laparoskopi untuk pengangkatan kista, baru kita periksa ke laboratorium untuk mengetahui kista tersebut ganas atau tidak,” ujarnya. Heryvasti menjelaskan, dampak dari timbulnya kista yang ganas adalah kanker ovarium. Sedangkan, kista yang jinak biasanya sekadar memengaruhi siklus menstruasi dan menimbulkan rasa nyeri pada saat menstruasi. Dampak lain dari kista adalah timbulnya nyeri berkelanjutan selama beberapa hari dan membuat kegiatan terganggu. Selain itu, menurut Hervyasti, kista juga dapat menyebabkan gangguan lainnya seperti sulit memiliki keturunan. (berbagai sumber) Editor: Yayu