Berkat kerja sama ini, proyek pembangunan PLTS mampu menyerap lebih dari 1.400 tenaga kerja lokal.
“Tadi saya bertemu dengan beberapa personel, lulusan universitas terbaik negeri ini,” kata Darmawan.
“Saya tanya setahun yang lalu apakah mereka paham bagaimana membangun dan mengoperasikan PLTS terapung ini? They nothing know about this.”
“Banyak sekali tantangan yang harus diselesaikan, namun tantangan tersebut, berhasil kami petakan, dan kami cari jalan keluarnya,” lanjutnya.
PLTS ini sendiri nantinya mampu memproduksi 245 juta kWh energi bersih per tahun dan mampu melistriki setara lebih dari 50 ribu rumah, serta akan menekan emisi karbon lebih dari 200 ribu ton per tahun.
Dengan nilai investasi mencapai Rp 1,7 triliun, proyek ini mampu menghasilkan pengembalian investasi yang menarik, meningkatkan kepercayaan investor serta sekaligus menjawab tantangan energi bersih.
“Ini juga menjadi bukti bahwa PLN mampu menghadirkan skema kerja sama investasi yang menarik.”
“Sehingga berhasil mendorong minat investor untuk mengembangkan proyek energi terbarukan di wilayah lain,” tutup Darmawan. (ernawati/rls)
Editor: Erna Djedi







