Dua Pria ini Menggugat Mendiang Michael Jackson karena Pelecehan Seksual

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Gugatan dua pria yaitu Wade Robson dan Jame Safechuck terhadap mendiang Michael Jackson dapat dibuka kembali dalam proses peradilan.

Pada Sabtu (19/8/2023) waktu Amerika Serikat, Pengadilan Banding Kedua Distrik California telah menetapkan bahwa dua pria itu menuding Michael Jackson sebagai pelaku pelecehan.

Gugatan tersebut kini dapat diaktifkan kembali.

Keterangan resmi pengadilan itu mengatakan bahwa perusahaan yang memfasilitasi pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh salah satu karyawannya tidak dapat dikecualikan dari kewajiban untuk melindungi anak-anak tersebut.

“Hanya karena perusahaan itu sepenuhnya dimiliki oleh pelaku pelecehannya,” sambung keterangan itu.

Ringkasan putusan tersebut juga menyatakan bahwa hanya kekeliruan yang dapat menjauhkan terdakwa dari tuduhan sebelumnya yang telah ditangguhkan.

“Oleh karena itu, kami membatalkan putusan yang telah ditetapkan bagi perusahaan-perusahaan tersebut,” sebut keterangan pengadilan tersebut.

Pengacara Robson dan Safechuck, Vine William Finaldi mengatakan bahwa pihaknya merasa tidak terkejut terhadap keputusan pengadilan tersebut.

Ia amat yakin bahwa Michael Jackson sepenuhnya bersalah.

“Itu melanggar hukum California serta akan membentuk preseden berbahaya yang membahayakan anak-anak di seluruh negara bagian dan negara ini. Kami dengan penuh semangat menantikan sidang putusan,” jelas Finaldi.

Sementara itu, pengacara untuk bidang Harta Waris Michael Jackson, Jonathan Steinsapir menyatakan kekecewaannya terhadap putusan pengadilan tersebut.

“Kami kecewa dengan keputusan Pengadilan ini. Kami tetap yakin sepenuhnya bahwa Michael tidak bersalah dalam tuduhan ini,” kata Steinsapir.

Baik Robson maupun Safechuck telah mengajukan tuduhan pelecehan yang dilakukan oleh Jackson beberapa tahun lalu.

Dalam tuntutannya, Robson dan Safechuck mengaku menjadi korban Michael Jackson saat masih di bawah umur.

Safechuck tampil bersama Jackson dalam iklan Pepsi tahun 1986 ketika ia masih berusia delapan tahun, sementara Robson mulai bekerja sama dengan Jackson sejak masih berusia lima tahun.

Saat itu, Robson memenangi kontes berdansa mirip Jackson saat bintang pop itu tampil di Brisbane, Australia.

Pengakuan itu dibuat oleh keduanya saat tampil dalam film dokumenter Leaving Neverland yang tayang pada 2019 lalu.