WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Kegeraman tak bisa ditutupi Denny Sumargo saat mendengar pengakuan Rendy Kjaernett soal tato di badannya.

Rendy Kjaernett akhirnya muncul di podcast Denny Sumargo, seiring merebaknya .
isu perselingkuhan dengan adik Raffi Ahmad, Syahnaz Sadiqah.

Isu perselingkuhan itu sendiri, pertama kali diungkap oleh Lady Nayoan, yang merupakan istri Rendy Kjaernett.

Rendy Kjaernett di podcast Denny Sumargo membeberkan tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Ia mengaku bahwa pada dasarnya memang memiliki rasa untuk Syahnaz sejak lama.

Miris, perasaan tersebut timbul tanpa disadarinya meski telah memiliki istri serta anak-anak yang masih kecil.

Namun, Rendy tak mengungkapkan secara detail awal mula munculnya perasaan tersebut hingga membuatnya rela bermain hati.

Baca juga:

Viral, Rumah Dewi Perssik Diserbu Warga Buntut Kasus Sapi Kurban Ditolak RT

Denny Sumargo tak tinggal diam dengan menggali lebih dalam akan perasaan yang dimiliki Rendy pada Syahnaz.

Denny pun menyinggung dalamnya hubungan asmara itu terkait tato yang kabarnya adalah wajah Syahnaz dibuat di punggung Rendy "Seberapa besar perasaannya, sampai bikin tato, ya?" tanya Denny Sumargo.

Meski telah diungkap oleh istrinya, Lady Nayoan, Rendy sendiri tak pernah mengonfirmasi akan tato di punggungnya.

Hingga akhirnya di podcast Denny Sumargo, Rendy mengakuinya seraya menjawab singkat. "Iya (bikin tato Syahnaz)," jawab Rendy singkat.

Jawaban singkat itu membuat Rendy hanya bisa tertunduk dan tak banyak bicara.

Denny Sumargo yang juga sebagai sosok seorang suami, dibuat geram dengan pernyataan Rendy tersebut hingga mengklaim dirinya sangat kecewa.

"Gila lo, jujur gue kecewa dengan apa yang lo lakuin sama dia (Lady)," tegas Denny geram.

Rendy Kjaernett mengaku bahwa akhirnya mau tampil di podcast Denny Sumargo lantaran melihat pesan melalui video TikTok.

Rendy mengaku bahwa pesan yang tersirat dari video itu membuatnya begitu tersentak dan menyadari kesalahannya.

“Gue lihat cuplikan TikTok lu. (Pesannya) Nyampe, bukan sekedar nyampe," tambah Rendy. (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi