“Tentu ini merupakan hasil kerja keras dari setiap anggota kelompok dan dukungan penuh dari Pertamina bersama RDB,” ujar Arya.
Arya menyampaikan, salah satu pelatihan yang diselenggarakan Pertamina adalah program usaha sasirangan, dimana program ini mampu menghasilkan produk sasirangan khas Banjarmasin dengan kualitas tinggi.
“Kami memberikan pelatihan pembuatan sasirangan dengan pewarnaan alami sehingga ramah lingkungan dan mampu menciptakan produk yang unggul serta memiliki nilai jual tinggi,” kata Arya.
Selain usaha sasirangan, Pertadaya juga memberikan pelatihan usaha di bidang lainnya, seperti di bidang jasa melalui usaha cuci motor difabel dan bidang boga melalui usaha kue tradisional Kalsel. Berbagai kegiatan pelatihan ini merupakan wujud komitmen Pertamina bagi masyarakat tanpa terkecuali.
Sementara itu, Norhidayah mengapresiasi atas wujud komitmen yang terus ditunjukan Pertamina, sehingga para penyandang disabilitas memiliki masa depan yang lebih baik lagi.
“Terima kasih kepada Pertamina yang telah hadir bersama RDB saudara kita yang berkebutuhan khusus, perlahan tapi pasti program Pertadaya mampu membentuk lebih banyak penyandang difabel mandiri di Banjarmasin,” ucap Norhidayah.
Kegiatan ini menunjukan komitmen penuh Pertamina untuk tidak hanya mengemban tugas mulia menyalurkan energi sampai ke pelosok negeri, tetapi juga hadir memberikan manfaat melalui berbagai program TJSL.
Disamping itu, salah seorang penyandang disabilitas, Iqbal menuturkan, kalau program ini sangat bermanfaat bagi dirinya untuk dimasa depan.

