Kapan Sidang Isbat Penetapan Idul Adha 2023? Ini Jawaban Kemenag RI

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Umat muslim tentu penasaran dan ingin mengetahui kapan sebetulnya 1 Dzulhijjah 1444 Hijriah ditetapkan di tahun 2023 ini.

Dalam penetapan 1 Djulhijjah ini pemerintah akan menetapkan awal Dzulhijjah 1444 Hijriah/2023 M usai menggelar sidang isbat.

Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah, pemerintah menggunakan metode rukyat dan hisab dalam menetapkan permulaan bulan Qomariah.

Sementara itu, Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat Penetapan Awal Dzulhijah 1444 H sekaligus Idul Adha 2023 pada Minggu (18/6/2023) di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama, Jakarta.

BACA JUGA: BREAKING NEWS Hasil Sidang Isbat Pemerintah Umumkan 1 Syawal 1444 H pada Sabtu 22 April 2023

“Sidang isbat awal Dzulhijah akan dilaksanakan Minggu, 18 Juni 2023, atau bertepatan dengan tanggal 29 Zulkaidah,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Adib di Jakarta, Senin (12/6/2023).

Adib menjelaskan Kemenag akan menggelar rukyatul hilal awal Dzulhijah di 99 titik di Indonesia. Hasil rukyatul hilal merupakan sebagai salah satu rujukan dalam penetapan waktu Idul Adha 1444 H.

Menurutnya, sidang isbat merupakan salah satu layanan yang diberikan oleh Kementerian Agama kepada umat, untuk mendapat kepastian mengenai pelaksanaan ibadah Hari Raya Idul Adha.

Menuju pelaksanaan Sidang Isbat, Adib mengajak seluruh pihak terkait untuk mempersiapkan segala sesuatunya, sehingga bisa menghasilkan keputusan yang akan ditetapkan oleh Menteri Agama.

“Ini menjadi tugas dan fungsi kita semua. Tentu membutuhkan pelaksanaan yang baik. Karena nantinya, hasil keputusan Sidang Isbat akan ditetapkan oleh Pak Menteri,” kata dia.

Sidang Isbat Penetapan Awal Dzulhijah 1444 H, kata Adib, akan dihadiri Duta Besar Negara Sahabat, Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, serta lembaga dan instansi terkait lainnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan hasil perhitungan dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Idul Adha 1444 Hijriah berpotensi berbeda dengan Kemenag.

Kemenag yang menggunakan kriteria MABIMS dalam penentuan awal bulan hijriah menyatakan bahwa kriteria awal bulan ketika ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

BACA JUGA: Hari Raya Idul Adha Diprediksi Berbeda, Muhammadiyah Usulkan Libur Dua Hari

Kriteria ini berbeda dengan yang dipedomani Muhammadiyah yang menggunakan hisab hakiki wujudul hilal. Dalam perhitungan Muhammadiyah tinggi hilal pada tanggal 29 Zulkaidah 1444 H kurang dari 3 derajat. Artinya, belum memenuhi kriteria MABIMS.

Sementara Muhammadiyah menyatakan bahwa 1 Dzulhijah 1444 H jatuh pada hari Senin (19/6) sehingga Idul Adha (10 Dzulhijah 1444 H) jatuh pada hari Rabu (28/6/2023).

Atas dasar ini besar kemungkinan Sidang Isbat Kemenag akan menetapkan Idul Adha jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023 Masehi.(wartabanjar.com/berbagai sumber)

editor : didik tm

Baca Juga :   VIRAL! Pesan Terakhir Co-Pilot Muh Farhan Gunawan untuk Sang Ibu, Bikin Haru Warganet

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca