Dengan kecepatan 180 km/jam yang merupakan tercepat di Asia Tenggara, menjadikan waktu tempuh antara Stasiun Halim hingga Stasiun Tegalluar hanya sekitar 50 menit saja.
Nanti kecepatan akan terus ditambah hingga mencapai puncak kecepatan operasional di 350 km/jam bahkan hingga mencapai puncak kecepatan teknisnya yaitu hingga 385 km/jam.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoadmodjo mengatakan bahwa pengujian kali ini berjalan lancar. Semua sistem berfungsi dengan baik seperti keretanya, relnya, persinyalan, kelistrikan dan lainnya.
“Secara bertahap kecepatan perjalanan pengujian akan ditingkatkan hingga mencapai puncak kecepatan teknisnya di 385 km/jam. Untuk mencapai hal tersebut peningkatan dibeberapa aspek seperti pagar pengaman dan sound barrier perlu dilakukan penyempurnaan agar tidak menganggu kenyamanan masyarakat saat KCJB melintas,” ujar Kartika.
Kehadiran Kereta Cepat Jakarta Bandung ini diharapkan akan menghadirkan pusat perekonomian baru yang akan mendukung koridor antara Jakarta Bandung. (edj/rls)
Editor: Erna Djedi







