“Nah ini kita bantu dengan humanis, tapi ketika kontak tembak ya harus timbul naluri tempur prajurit harus muncul, harus siap tempur,” tegasnya.
Sebelumnya, Panglima TNI Yudo Margono menegaskan meningkatkan pola operasi penanganan aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua menjadi siaga tempur. Perubahan ini merespons serangan-serangan yang kian masif yang dilakukan KKB Papua kepada aparat maupun warga sipil.
Menurut Panglima, peningkatan pola operasi siaga tempur ini merenspons eskalasi kebrutalan serangan KKB di beberapa wilayah di Papua. Bila sebelumnya direspons dengan upaya soft approach dan penegakan hukum, Panglima menyatakan sekarang diubah menjadi siaga tempur.
“Kita tetap melakukan operasi penegakan hukum dengan soft approach, tetap kita mendahulukan ini, sejak awal saya sampaikan itu, tapi dengan kondisi seperti ini khususnya di daerah-daerah tertentu kita ubah menjadi siaga tempur,” kata Panglima TNI Yudo Margono. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







