Usai tarawih dan tadarus, dr Syifa memberikan saran untuk menambahkan makanan ringan atau camilan untuk menambah energi, sembari ditambah minum air putih.
Pada tengah malam, saat sedang menjalankan shalat malam dan melanjutkan tadarus, lagi-lagi dr Syifa menyarankan untuk memperbanyak minum air putih.
Kemudian makan sahur, Rasulullah menganjurkan agar umat Islam mengakhirkan sahur.
Menurut dr Syifa, mengakhirkan sahur bertujuan supaya tubuh tetap memiliki cadangan makanan sehingga pada siang hari tidak terlalu terasa lapar.
Lapar di siang hari, tapi kemudian saat lapar nanti tubuh akan memecah cadangan glikogen, cadangan gula yang ada di hati.
“Itu wajar. Jadi, kalau tengah hari kita lapar, wajar. Itu kerja metabolisme akan mulai menarik cadangan-cadangan yang ada di dalam tubuh kita.
Pada saat sahur, ia mengingatkan untuk tidak mengonsumsi makanan yang terlalu berat.
Gorengan dan makanan yang memiliki rasa sangat pedas, sebaiknya dihindari saat santap sahur.
Menu makan sahur, tetap harus diprioritaskan makanan yang mengandung karbohidrat, tetapi perlu juga diperbanyak makanan protein, sayur, dan buah-buahan.
Sementara kopi dan teh tidak disarankan untuk dikonsumsi saat sahur.
Hal itu dikarena kopi dan teh bersifat diuretik atau membuat sering kencing.
“Yang ditakutkan cairannya terbuang, padahal kita puasa seharian tidak bisa minum sehingga muncul dehidrasi. Di tengah-tengah siang nanti ngantuk, lemas. Itu salah satu tanda dari dehidrasi,” bebernya.
Setelah makan sahur, ketika masuk waktu imsak disarankan agar jangan langsung tidur, karena pencernaan di dalam perut sedang bekerja.