Derita Radang Tenggorokan Selama Puasa Ramadan? Jangan Panik, Lakukan Ini

WARTABANJAR.COM – Radang tenggorokan (faringitis) adalah peradangan yang terjadi di faring (tenggorokan). Kondisi ini bisa disebabkan oleh virus ataupun bakteri.

Faringitis adalah infeksi menular yang disebar melalui kontak langsung dengan penderita.

Kontak bisa terjadi lewat aktivitas yang melibatkan lendir atau air liur. Misalnya, lewat ciuman atau penggunaan sikat gigi yang terkontaminasi.

Radang tenggorokan juga merupakan salah satu keluhan kesehatan yang kerap ditemukan ketika seseorang berpuasa Ramadhan. Rasa nyeri atau tidak nyaman pada tenggorokan ketika menelan tak urung akan mengganggu kelancaran ibadah puasa.

Dokter Gia Pratama mengunggap, gangguan kesehatan berupa radang tenggorokan terjadi karena adanya bakteri yang masuk melalui mata, hidung, atau mulut. Ketiganya menjadi pintu masuknya mikroba.

Bakteri-bakteri yang masuk melalui salah satu pintu mikroba itu kemudian berkembang biak di mulut. Adanya sisa makanan di mulut mendukung bakteri semakin berkembang dan menimbulkan radang tenggorokan. Sisa makanan tersebut memberi energi bagi bakteri untuk berkembang biak.

BACA JUGA: CATAT! Ini Jadwal Imsak di Kalimantan Selatan Satu Pekan Pertama Ramadan 2023

“Ada bakteri di mulut, nggak gosok gigi dan ada sisa makanan di mulut, ditambah faktor waktu,” ungkap Gia dalam di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Gia menjelaskan, diperlukan waktu sekitar 7 jam untuk bakteri tersebut berkembang biak.

“Sekitar 7 jam sangat cukup untuk bakteri berkembang biak. Dia punya energi dari sisa makanan untuk berkembang biak dengan cara membelah diri,” lanjut dokter yang juga penulis buku ini.

Jaga Kebersihan Mulut

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan mulut dan gigi agar terhindar dari sakit tenggorokan saat puasa Ramadhan.

“Gimana cara biar tenggorokan nggak sakit? Ya, jangan kasih tiga hal itu. Bersihkan gigi dengan gosok gigi. Dengan begitu, nggak ada bakterinya. Jadi aman,” kata Gia.

Selain menggosok bagian gigi, Gia mengingatkan untuk menggosok pangkal lidah.

“Satu tempat lagi tempat menempelnya bakteri (di mulut) adalah pangkal lidah. Memang terasa seperti mau muntah, tetapi kalau digosok pasti napas menjadi lebih segar,” ungkap Gia.

Gia juga menyarankan untuk rajin kumur-kumur. Demi hasil yang maksimal, dianjurkan untuk menggunakan metode khusus dalam berkumur, yakni gargling.

Gargling merupakan teknik berkumur dan mengocok air di pangkal tenggorokan. Sembari berkumur, Anda perlu menengadahkan kepala 45 derajat selama 30 detik.

“Untuk melakukan gargling, gunakan 3T, yakni tuang cairan gargle, teguk dan tahan cairan di kerongkongan, kemudian tengadahkan kepala sejauh 45 derajat dan hembuskan nafas selama 30 detik,” kata Gia.

Tak hanya membersihkan mulut dan tenggorokan, gargling juga bisa mengatasi sejumlah masalah mulut seperti bau mulut, mencegah kerusakan gigi, mengurangi plak, mencegah sakit gusi hingga menyegarkan napas.

Obat kumur yang dipercaya mampu membersihkan gigi secara menyeluruh, menyimpan beragam `racun` yang berbahaya bagi tubuh bila tertelan

Apabila radang tenggorokan tak dapat dicegah, Anda bisa mencegah luka pada tenggorokan dengan berkumur menggunakan povidone iodine. Ini merupakan antispetik yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi pada luka.

Antiseptik ini memiliki spektrum antiseptik yang luas dan dapat berperan membunuh lebih dari 300 jenis kuman, mulai dari virus, bakteri, hingga jamur.

BACA JUGA: Bolehkah Sikat Gigi ketika Berpuasa Ramadan? Ini Penjelasan Ustazd Tausikal

Tak hanya itu, povidone iodine juga memiliki efek non-resistensi, sehingga sudah pasti efektif untuk membunuh kuman.

Gia mengungkapkan cara penggunaan povidone iodine yang baik adalah dengan metode gargling.

“Dikumur-kumur, pakai 20 Cc, dua kali sehari. Ditahan 30 detik dengan cara gargling,” tutur Gia.(wartabanjar.com/berbagai sumber)

editor : didik tm

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca