WARTABANJAR.COM, RANTAU – Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil mengungkap motif pembuhanan Hariyadi alias Ayla, seorang waria cantik di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.
Polres Tapin menggelar konferensi pers, Senin (27/3/2023), menghadirkan dua pria sebagai tersangka, yakni AM berusia 13 tahun dan AP (20 tahun).
Konferensi pers dipimpin Kapolres Tapin AKBP Ernesto Saiser mengungkap pembunuhan dilatari hubungan sejenis antara pelaku dengan korban.

“Salah satu pelaku, AM, berpacaran dengan korban Ayla,” ujar Kapolres.
Kemudian korban cemburu karena mengetahui AM berselingkuh dengan waria lain.
Korban Ayla pun kemudian menanyakan hal tersebut kepada pelaku. Mereka pun bertemu di dekat SDN 1 Antasari.
Baca juga: Palestina Sebut Israel Tak Berniat Menurunkan Ketegangan di Bulan Suci Ramadhan
Saat itu, korban ditemani oleh seorang rekannya, yang kemudian menjadi saksi kunci dalam kasus ini.
Pada saat bertemu itu, AM dan Ayla terlibat cekcok. Rekan Ayla kemudian meninggalkan keduanya.
Pada saat itu, menurut AM, Ayla memukul dirinya sehingga membuat dia emosi.
AM pun kemudian memanggil seorang temannya, AP, untuk membalas perlakuan Ayla.
Pada saat itulah kejadian pembunuhan itu, hingga kemudian mayat Ayla ditemukan membusuk.
Korban ditemukan 21 Maret 2023. Sementara, kejadiannya pembunuhan pada 16 Maret.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, diperkirakan korban meninggal 5 hari sebelum ditemukan, makanya sudah membusuk,” ujar Kapolsek. (edj)
Editor: Erna Djedi