WARTABANJAR.COM – Para pelaut menemukan seekor paus sirip besar menderita kelainan tulang belakang atau skoliosis di lepas Pantai Kota Cullera, di sepanjang pantai timur Spanyol.
Paus tersebut tampak kesulitan berenang. Nahkoda kapal yang melihatnya kesulitan berenang kemudian melaporkan apa yang ia lihat ke Spanish Civil Guard and Oceanografic Valencia, sebuah oseanarium di Valencia.
Oceanarium kemudian mengirim tim penyelamat untuk membantu paus. Mereka kemudian dengan cepat menyadari bahwa paus tidak terjerat jaring tetapi memiliki kelainan bentuk yang serius pada tulang punggungnya yang tidak diketahui penyebabnya.Cerita pilu datang dari seekor paus sirip di Spanyol. Paus ini terlihat ‘unik’, tetapi menyimpan tragedi. Dia mengarungi lautan dengan tulang punggung patah!
BACA JUGA: Wow! Temukan Batu Muntahan Ikan Paus, Nelayan Ini Bakal Kaya Mendadak
Dikutip dari LiveScience, paus sirip (Balanoptera physalus) itu ditemukan pada 4 Maret oleh awak kapal di lepas pantai Cullera, dekat Valencia, Spanyol. Kapten kapal mengira paus itu terperangkap dalam jaring ikan.
Dia pun mengabarkan kondisi paus itu kepada penjaga pantai Spanyol. Oleh penjaga pantai, dikirimkanlah tim ahli biologi dan dokter hewan dari akuarium Oceanografic Valencia.
Saat tiba di tempat kejadian, tim menemukan paus tersebut tidak terjebak. Tapi, ternyata paus ini memiliki kondisi “skoliosis yang tidak diketahui asalnya”, menurut unggahan Facebook Oceanografic Valencia.
Para peneliti mencoba memasang alat pelacak di punggung hewan yang terluka itu. Namun, upaya itu gagal karena kondisinya terlalu cacat.
Setelah “beberapa jam perhatian,” paus sirip itu perlahan menjauh dari pantai dan keluar ke perairan yang lebih dalam untuk kemudian menghilang dari pandangan, kata perwakilan Oceanografic Valencia.
Para ahli mengatakan skoliosis itu mungkin disebabkan oleh benturan kapal yang mematahkan punggung paus.
“Istilah skoliosis hanya mengacu pada kelengkungan tulang belakang yang tidak normal,” kata Jens Currie, kepala ilmuwan dari Pacific Whale Foundation, di Hawaii.
BACA JUGA: Berkah Kepopuleran Drakor Extraordinary Attorney Woo, Pemerintah Korsel Lepaskan 21 Lumba-lumba dan Paus dari Akuarium ke Laut
“Penyebab skoliosis bisa bermacam-macam, tapi yang paling umum adalah trauma benda tumpul,” dia menambahkan.
Currie menyebut kemungkinan besar paus itu baru saja ditabrak kapal.
Pendapat serupa diungkap oleh Erich Hoyt, peneliti di Whale and Dolphin Conservation (WDC) di Inggris, dan Simone Panigada, wakil presiden Tethys Research Institute di Italia.
Tetapi, para ahli belum dapat memastikan secara pasti penyebab kondisi paus itu.
Currie menyebut bahwa besar kemungkinan paus ini lahir dengan skoliosis. Namun, paus muda yang mengalami skoliosis hampir tidak pernah hidup sampai dewasa.
Paus sirip merupakan mamalia laut yang masuk dalam sub-ordo paus balin. Paus ini makan crustacea (udang-udangan) kecil yang dikenal sebagai krill.
Paus mengandalkan ekornya yang besar (fluke) untuk mendorong diri mereka dengan cepat melalui air.(wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor : DTM
Meski Patah Tulang, Ikan Paus Ini Terus Saja Berenang di Lautan Spanyol, Kasian Banget!
Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com