Jelang Ramadhan, Kemenag Se-Kalsel, MUI, NU dan Pengelola Masjid Ikuti Bintek Hisab Rukyat

Terkait penetapan awal Ramadhan 1444 H, Tambrin menyampaikan keputusan nantinya akan ditetapkan melalui siding istbat berdasarkan hasil rukyatul hilal dibeberapa titik lokasi yang dditetapkan Dirjen Bimas Islam dengan dihadiri semua pimpinan organisasi Islam di Indonesia dan disampaikan langsung Menteri Agama RI.

“Alhamdulillah di Indonesia banyak pakar yang menguasai Hisab Rukyat dan didukung dengan peralatan yang canggih, kemudian mediskusikannya berdasarkan kriteria MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura),” ujar Tambrin.

Kata hisab sendiri kata Tambrin, aslinya berasal dari bahasa (hasiba – yahsibu – hisaban – mahsab) yang artinya menghitung dimana mashdar-nya ialah hisabah yang artinya perhitungan dan yang dihitung adalah bulan Qamariah yang berdasarkan pada bulan dan berbeda dari perhitungan bulan Masehi dari jumlah hari dalam 1 tahun.

Perhitungan atau hisab dalam ilmu falak lanjutnya, mencakup hampir semua mata kajian di antaranya arah kiblat, waktu shalat, awal bulan Qomariyah, kalender Hijriyah serta gerhana bulan dan matahari.

Mengakhiri sambutannya, Tambrin berterima kasih kepada semua peserta bimbingan teknis yang berhadir dan berharap kegiatan tersebut bermanfaat bagi warga Kalsel, khusnya untuk memberikan masukan dan informasi bagi Kanwil Kemenag Kalsel dari sisi ilmu pengetahuan dan pengalaman di daerah masing-masing. (edj)

Editor: Erna Djedi