Komisi II DPRD Banjarmasin Berharap BPJN Beri Izin Proyek PAM Bandarmasih
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Komisi II DPRD Kota Banjarmasin lakukan kunjungan kerja ke PAM Bandarmasih, Kamis (5/1/2023).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi Kinerja Tahun 2022 dan Program Kerja Tahun 2023 PAM Bandarmasih.
Kunjungan kerja tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Awan Subarkah, beserta anggota lainnya, dan Direktur Utama PAM Bandarmasih, Ir Yudha Achmady, dan jajaran direksi PAM Bandarmasih.
"Dari hasil pemaparan Pak Dirut dan beserta jajarannya, untuk PAM Bandarmasih ditahun 2022, dalam kondisi yang sehat," ujar Awan.
Kendati demikian, Ia juga mengingatkan, agar PAM Bandarmasih bisa segera menyelesaikan proyek proyek yang masih belum selesai.
"Seperti permasalahan rendahnya tekanan distribusi ke kawasan sungai Andai, mengingat pesatnya pertumbuhan penduduk dikawasan tersebut," kata Awan.
"Meskipun saat ini PAM Bandarmasih sudah melakukan pemasangan pipa distribusi dari Banua Anyar ke Sungai, namun itu kemungkinan tidak bertahan lama, lantaran pesatnya pertumbungan penduduk di kawasan tersebut," tambahnya.
Oleh sebab itu, lanjut Awan, agar pihak PAM Bandarmasih sudah bisa memiliki persiapan untuk mengantisipasi hal tersebut.
Selain itu, Awan juga berharap, agar Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), bisa segera memberikan ijin, sehingga PAM Bandarmasih bisa segera melakukan pemasangan pipa yang baru, yang ada di Jalan Setoyo S.
"Karena untuk pemasangan pipa di jalan Setoyo S itu, sangat strategis dan sangan penting, karena hal dapat menyelesaikan permasalahan distribusi yang ada di ujung jaringan Banjarmasin Barat," papar Awan.
"Yang pastinya kita selaku DPRD Kota Banjarmasin akan mendukung, demi kepentingan masyarakat Kota Banjarmasin," sambungnya.
Terakhir, terkait permasalah pembelian air baku Banjar Bakula, harap Awan, agar harganya bisa diturunkan.
Pasalnya, menurut harga yang ditawarkan oleh Banjar Bakula adalah Rp900 per meter kubik. Sedangkan untuk pihak PAM Bandarmasih hanya mampu di Rp400 meter kubik.
Oleh sebab itu, lanjut Awan, kita berharap agar Banjarbakula bisa menurunkan harganya, demi kepentingan masyarakat.