“Karena biasanya hal tersebut, diawali dengan adanya tontonan pornografi, yang kemudian merangsang anak-anak untuk melakukan kegiatan seksual itu,” lanjutnya.
Ia juga menjelaskan, untuk anak yang menjadi korban kekerasan seksual, akan dibantu juga dalam hal pendidikannya, agar dapat melanjutkan pendidikannya.
“Seperti salah satu korban yang sebelumnya sempat hamil dan melahirkan, sudah kita bantu mediasi dengan pihak sekolahnya, agar korban bisa tetap sekolah, karena disini siswi ini sebagai korban, bukan karena keinginannya,” jelasnya.
“Disamping itu, pendampingan psikologis juga akan tetap kita lakukan, sampai korban benar-benar bisa pulih kondisinya,” pungkasnya. (Qyu)
Baca Juga
Viral Guru Aniaya Siswa Pukul Tendang di Dalam Kelas
Editor Restu